bytedaily
Senin, 18 Mei 2026 - 23:41 WIB

Praktik Diler Mobil di AS Dianggap Tidak Etis dan Dilindungi Hukum

Redaksi 15 Mei 2026 9 views
Praktik Diler Mobil di AS Dianggap Tidak Etis dan Dilindungi Hukum
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, pembeli mobil baru di Amerika Serikat kerap dihadapkan pada negosiasi yang meragukan, taktik penjualan yang licik, dan dokumen yang sengaja dibuat membingungkan. Praktik yang telah berusia seabad ini bertujuan untuk mengeruk keuntungan maksimal dari konsumen.

Lebih lanjut, diler mobil tidak hanya mampu menguras uang konsumen tanpa disadari kesepakatan apa yang telah dibuat, tetapi mereka juga lebih mahir dalam menghasilkan uang dari penjualan mobil dibandingkan perusahaan yang memproduksi mobil tersebut. Selain itu, diler mobil di AS dilindungi dari persaingan oleh undang-undang, sebuah kondisi yang tidak terjadi di negara lain.

Sebuah video esai dari Wendover Productions yang membahas industri otomotif dan praktik diler mobil di AS dinilai menyegarkan di platform YouTube. Video tersebut mengupas bahwa diler mobil di AS tidak dimiliki atau dioperasikan oleh pabrikan otomotif, melainkan oleh jaringan diler nasional yang semakin terkonsolidasi.

Empat grup diler teratas di AS—Lithia Motors, AutoNation, Penske Automotive Group, dan Group 1 Automotive—mencatat sekitar 2,3 juta penjualan mobil baru dan 1,05 juta penjualan mobil bekas per tahun. Diler lokal yang dulunya dimiliki oleh individu lokal, kini pemiliknya bisa jadi tidak berada di negara tersebut.

Meskipun akses pembelian daring tersedia untuk hampir semua komoditas, membeli mobil secara daring di luar beberapa perusahaan EV kecil seperti Tesla, Lucid, dan Rivian adalah ilegal. Diler tidak harus mendapatkan keuntungan dari penjualan mobil karena mereka akan meraup pendapatan dari 'bagian belakang' transaksi. Sistem ini dianggap tidak baik dan sulit diubah karena kekuatan lobi diler waralaba yang besar.

Meskipun pertumbuhan model penjualan non-diler di sektor EV memberikan persaingan, perlindungan hukum yang masif, pendapatan pajak, dan kekuatan para miliarder yang mengoperasikannya membuat model diler kemungkinan besar tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Pengalaman membeli mobil baru dari diler, bahkan yang dilakukan tanpa banyak tawar-menawar dan dianggap cukup lancar, tetap memakan waktu berjam-jam karena banyaknya prosedur yang harus dilalui. Prosedur ini dirancang untuk membebani konsumen, dan bagi mereka yang tidak teliti, dapat berujung pada kerugian besar.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.