bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32 WIB

Proyeksi Pemudik Lebaran 2026: Potensi Disrupsi Mobilitas dan Implikasinya pada Sektor Transportasi

Redaksi 08 Maret 2026 15 views
Proyeksi Pemudik Lebaran 2026: Potensi Disrupsi Mobilitas dan Implikasinya pada Sektor Transportasi
Ilustrasi: Proyeksi Pemudik Lebaran 2026: Potensi Disrupsi Mobilitas dan Implikasinya pada Sektor Transportasi

bytedaily - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan lonjakan mobilitas masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026, dengan prediksi pergerakan mencapai 143,9 juta orang. Angka ini, meskipun tercatat mengalami sedikit penurunan 1,75 persen dibandingkan survei tahun sebelumnya, tetap menuntut kewaspadaan pemerintah dalam mengelola sektor transportasi.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan pentingnya antisipasi terhadap kemungkinan realisasi mobilitas yang dapat melampaui proyeksi awal. Pengalaman tahun sebelumnya, di mana jumlah pemudik aktual melampaui survei (154,6 juta orang dari proyeksi 146,4 juta pada 2025), menjadi pelajaran berharga bagi Kemenhub untuk menyiapkan strategi mitigasi disrupsi.

Data survei yang melibatkan LAPI-ITB, BPS, dan Komdigi mengidentifikasi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten sebagai provinsi asal pemudik terbesar. Sementara itu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan diprediksi menjadi destinasi favorit. Analisis lebih mendalam menunjukkan pola serupa pada tingkat kota, dengan Jakarta Timur, Bogor, dan Bekasi sebagai pusat keberangkatan utama, dan Kebumen, Yogyakarta, serta Surabaya sebagai tujuan favorit.

Dengan pemetaan pergerakan yang komprehensif, terutama dari kawasan Jabodetabek, Kemenhub berupaya mengoptimalkan kapasitas infrastruktur dan layanan transportasi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan potensi kemacetan, kelancaran arus barang, dan efisiensi operasional, yang secara agregat akan berdampak pada stabilitas ekonomi selama periode puncak libur Hari Raya Idulfitri.