bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 00:53 WIB

Proyeksi Perbaikan Kinerja Garuda Indonesia Mulai Terdeteksi pada Awal 2026 Pasca-Suntikan Dana

Redaksi 29 Maret 2026 17 views
Proyeksi Perbaikan Kinerja Garuda Indonesia Mulai Terdeteksi pada Awal 2026 Pasca-Suntikan Dana
Ilustrasi: Proyeksi Perbaikan Kinerja Garuda Indonesia Mulai Terdeteksi pada Awal 2026 Pasca-Suntikan Dana

bytedaily - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memprediksi kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menunjukkan perbaikan signifikan pada awal tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada dampak positif dari suntikan dana yang telah disalurkan pada akhir tahun sebelumnya.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa hasil keuangan tahun 2025 masih mencerminkan tantangan operasional sebelum intervensi dana dilakukan. Namun, ia optimis bahwa kinerja yang lebih baik akan terlihat pada laporan kuartal I dan II tahun 2026.

Menurut Dony, salah satu kendala utama yang membebani kinerja Garuda pada 2025 adalah tingginya jumlah pesawat yang tidak beroperasi (grounded), yang tetap menimbulkan biaya sewa. Selain itu, proses perawatan pesawat (MRO) yang memakan waktu juga menjadi tantangan.

Meskipun demikian, tanda-tanda pemulihan mulai bermunculan. Kinerja anak usaha Garuda, Citilink, yang telah membukukan hasil positif pada kuartal I 2026 menjadi indikator awal perbaikan grup Garuda Indonesia. Dony menekankan bahwa pemulihan ini tidak hanya memerlukan suntikan dana, tetapi juga transformasi bisnis yang berkelanjutan.

Secara finansial, Garuda Indonesia masih mencatat kerugian bersih sebesar 319,39 juta dolar AS pada tahun 2025. Sebelumnya, maskapai ini menerima tambahan modal sebesar Rp 23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (DAM). Dana ini dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk pemeliharaan pesawat dan peningkatan layanan (Rp 8,7 triliun), serta penguatan operasional Citilink dan pelunasan kewajiban bahan bakar kepada Pertamina (Rp 14,9 triliun).