bytedaily
Rabu, 01 April 2026

Proyeksi Resesi Amerika Serikat: Antara Ketidakpastian Ekonomi dan Ketahanan Pasar

Redaksi 01 April 2026 4 views
Proyeksi Resesi Amerika Serikat: Antara Ketidakpastian Ekonomi dan Ketahanan Pasar
Ilustrasi: Proyeksi Resesi Amerika Serikat: Antara Ketidakpastian Ekonomi dan Ketahanan Pasar

bytedaily - Ancaman resesi di Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian serius di tengah gejolak harga energi dan tantangan ekonomi global. Kendati demikian, prediksi waktu kedatangan resesi tersebut masih sangat bervariasi di kalangan para ekonom.

Beberapa analis ekonomi menilai probabilitas resesi saat ini tergolong tinggi. Hady Farag dari Boston Consulting Group mengemukakan bahwa pelaku pasar mulai mengantisipasi kemungkinan ini, bahkan sebagian kalangan menilai AS sudah berada dalam kondisi resesi atau akan segera mengalaminya. Tingginya harga energi yang secara historis kerap menjadi sinyal awal resesi, ditambah ketidakpastian akibat kebijakan ekonomi AS, semakin memperkuat kekhawatiran tersebut. Dan Suzuki dari Richard Bernstein Advisors turut menyoroti meningkatnya kecemasan pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi.

Meskipun demikian, catatan sejarah menunjukkan bahwa prediksi resesi sering kali meleset. Dalam delapan tahun terakhir, peringatan resesi hampir selalu muncul setiap tahun, namun hanya benar-benar terjadi sekali pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Pada tahun 2022, kombinasi inflasi tinggi, lonjakan harga minyak, dan kenaikan suku bunga agresif The Fed sempat membuat banyak pihak yakin resesi tak terhindarkan, bahkan model Bloomberg memprediksi peluang 100%, namun ekonomi AS tetap bertahan.

Fenomena ini memunculkan beberapa teori, termasuk 'resesi bergulir' yang dampaknya hanya terasa di sektor tertentu, serta teori 'berbentuk K' yang mana kelompok berpenghasilan tinggi tetap mampu berbelanja dan menopang konsumsi. Ada pula faktor 'pengeluaran di muka' di mana pelaku usaha dan konsumen mempercepat belanja sebelum kebijakan tertentu diterapkan, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek.

Saat ini, perkiraan peluang resesi AS berkisar di angka 40%, menurut Greg Daco dari EY-Parthenon, dengan risiko dapat meningkat jika eskalasi konflik geopolitik, khususnya di Timur Tengah, terus memburuk. Meskipun tanda-tanda perlambatan mengemuka, resesi yang telah lama diramal masih belum terkonfirmasi terjadi, menempatkan ekonomi AS pada posisi yang penuh ketidakpastian.