bytedaily
Kamis, 16 Juli 2026 - 14:24 WIB

Psikolog Ungkap Alasan 'Bengong' Messi di Lapangan Sepak Bola

Redaksi 16 Juli 2026 1 views
Psikolog Ungkap Alasan 'Bengong' Messi di Lapangan Sepak Bola
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Lionel Messi sering terlihat berjalan santai atau berdiri diam di tengah pertandingan sepak bola, yang terkadang dianggap sebagai momen 'melamun' atau kehilangan fokus. Fenomena ini telah diamati dalam berbagai pertandingan, termasuk saat Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris.

Menurut analisis The Athletic, Messi menghabiskan sebagian besar waktunya di lapangan dengan berjalan kaki, jauh lebih tinggi dibandingkan pemain lain, bahkan sebagian besar waktu ia hanya berdiri diam. Meskipun faktor usia mungkin berperan, para ahli melihatnya sebagai strategi mental yang disengaja.

Psikolog olahraga, Eric Zlmer, menjelaskan dalam artikel Scientific American bahwa apa yang tampak seperti ketidakaktifan sebenarnya adalah teknik ilmiah untuk memicu kreativitas dan meningkatkan performa. Penelitian neurosains menunjukkan bahwa ketika pikiran 'mengembara', otak tidak beristirahat, melainkan memproses informasi dengan cara yang berbeda.

Saat Messi tampak 'bengong', ia sebenarnya sedang mengamati pertandingan dari perspektif yang lebih luas, memungkinkan otaknya untuk menarik diri sejenak. Jeda intensitas ini memberikan waktu istirahat bagi otaknya, membantunya mempertahankan fokus tajam saat dibutuhkan dan mengidentifikasi peluang yang mungkin terlewatkan oleh pemain lain.

Zlmer menyimpulkan bahwa kemampuan Messi untuk secara sengaja mengendalikan pikiran yang mengembara menunjukkan tingkat kognitif yang luar biasa. Strategi 'bengong' secara strategis ini, menurutnya, adalah trik otak yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja untuk menghasilkan ide-ide cemerlang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.