bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Qualcomm Sebut Kelangkaan Memori Dipicu Kebutuhan Pusat Data

Redaksi 02 Oktober 2026 15 views
Qualcomm Sebut Kelangkaan Memori Dipicu Kebutuhan Pusat Data
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Qualcomm menyatakan kelangkaan memori global terjadi karena sebagian besar pasokannya digunakan untuk pusat data, bukan karena kekurangan chipset. Don McGuire, Executive VP and CMO Qualcomm Incorporated, menyampaikan hal itu dalam acara Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 pada Kamis (1/10).

McGuire mengatakan terbatasnya pasokan memori menyulitkan bisnis elektronik konsumen untuk memperoleh komponen tersebut. Qualcomm tidak memproduksi memori; komponen itu digunakan bersama prosesor Snapdragon. Ia juga menyebut harga memori terus naik seiring pasokan yang semakin terbatas.

Menurut McGuire, Qualcomm tidak menghadapi masalah kelangkaan chip dan dapat memasok Snapdragon sesuai kebutuhan pelanggan. Namun, pelanggan masih perlu mendapatkan memori dari produsen lain. Kondisi ini turut menjadi salah satu faktor persoalan ekonomi dan kenaikan harga smartphone.

Qualcomm berupaya mengembangkan inovasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan memori, salah satunya dengan menghadirkan teknologi High-Performance Computing (HPC) di smartphone. McGuire memperkirakan teknologi tersebut mulai diterapkan pada sejumlah perangkat awal tahun depan. Ia berharap kelangkaan memori berkurang pada akhir 2027 atau awal 2028, tetapi tidak dapat memastikan apakah harga smartphone akan terus naik.

McGuire menambahkan permintaan perangkat masih tinggi seiring peralihan menuju era agentic AI. Qualcomm menyatakan terus bekerja sama dengan pelanggan untuk menghadirkan lebih banyak perangkat kepada konsumen.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.