bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Ripuji Lontaratta Hadirkan Fesyen Bermotif Aksara Lontara

Redaksi 08 Oktober 2026 8 views
Ripuji Lontaratta Hadirkan Fesyen Bermotif Aksara Lontara
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, As'ad Fadli membangun Ripuji Lontaratta di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memperkenalkan aksara Lontara melalui produk fesyen. Usaha yang berdiri sejak 2019 ini memproduksi tas dan topi dengan desain modern serta motif khas daerah, antara lain Malebbi Totebag dan Maraja Bucket Hat.

Gagasan usaha tersebut berangkat dari keprihatinan As'ad karena anak muda di Makassar mulai kurang mengenal aksara Lontara. Ia kemudian melihat tas dan topi sebagai produk yang dapat memadukan kebutuhan fesyen dengan upaya mengenalkan identitas budaya setempat.

Ripuji Lontaratta kini mempekerjakan lima orang. Produk-produknya dipasarkan melalui gerai, media sosial, kerja sama business to business (B2B), serta pameran dan acara. Jangkauan pembelinya tidak terbatas di Makassar, tetapi juga mencakup konsumen dari kota lain hingga luar pulau.

As'ad mengenal linkumkm by BRI setelah berkunjung ke Rumah BUMN Makassar. Ia menyebut pelatihan yang diikuti membantunya mengembangkan kemampuan mengelola usaha, terutama dalam urusan legalitas dan manajemen sumber daya manusia.

Menurut As'ad, motif Lontara pada produk Ripuji tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya mengenal dan melestarikan budaya lokal. Dalam transaksi, usaha tersebut turut menggunakan QRIS BRI yang dinilai memudahkan pelanggan.

As'ad mengatakan usahanya pernah menghadapi pesanan khusus yang dibatalkan mendadak dan persaingan yang kurang sehat. Pengalaman itu dijadikannya bahan evaluasi untuk memperbaiki proses bisnis dan mencari jalan keluar atas masalah yang muncul.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.