bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 09:26 WIB

Rupiah Berpotensi Menguat: Gencatan Senjata AS-Iran dan Data Ekonomi China Jadi Pendorong Utama

Redaksi 18 April 2026 10 views
Rupiah Berpotensi Menguat: Gencatan Senjata AS-Iran dan Data Ekonomi China Jadi Pendorong Utama
Ilustrasi: Rupiah Berpotensi Menguat: Gencatan Senjata AS-Iran dan Data Ekonomi China Jadi Pendorong Utama

bytedaily - Pergerakan nilai tukar Rupiah diprediksi akan mendapatkan sentimen positif dalam waktu dekat, didorong oleh potensi tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Analis memperkirakan bahwa meredanya ketegangan geopolitik ini akan membuka kembali jalur vital Selat Hormuz, yang dampaknya akan terasa pada stabilitas pasar keuangan global.

Optimisme ini diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan bahwa konflik yang telah berlangsung selama tujuh minggu tersebut hampir berakhir. Keyakinan serupa juga datang dari Gedung Putih yang menyambut baik kemungkinan adanya pertemuan lanjutan secara langsung di Pakistan. Di sisi lain, data Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok yang solid di kuartal I-2026, tumbuh 5 persen year-on-year (yoy) dan melampaui ekspektasi pasar, turut menopang keyakinan investor terhadap ketahanan ekonomi global dalam menghadapi potensi gangguan akibat konflik Iran.

Sentimen positif juga datang dari dalam negeri. Bank Indonesia (BI) melalui Gubernur Perry Warjiyo menegaskan komitmennya terhadap stabilitas kebijakan moneter. Selain itu, pengakuan eksternal terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dari Asian Development Bank (ADB) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi stabil 5,2 persen pada 2026-2027, serta keputusan FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market, memberikan keyakinan tambahan bagi investor.