bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, rupiah ditutup pada posisi Rp17.981 per dolar AS pada Selasa (29/9) sore. Nilai tukarnya turun 3 poin atau 0,02 persen dari penutupan sebelumnya.
Pergerakan mata uang Asia beragam. Yuan China menguat 0,10 persen, ringgit Malaysia naik 0,09 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,14 persen. Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,06 persen, dolar Singapura turun 0,14 persen, dan yen Jepang terkoreksi 0,02 persen. Dolar Hong Kong tidak berubah.
Mata uang negara maju seluruhnya melemah terhadap dolar AS. Euro turun 0,24 persen, poundsterling Inggris melemah 0,17 persen, dolar Australia terkoreksi 0,43 persen, dolar Kanada turun 0,14 persen, dan franc Swiss melemah 0,25 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menyebut prospek kenaikan suku bunga The Fed dan tingginya harga minyak dunia menekan rupiah. Menurut dia, pelemahan rupiah tertahan oleh intervensi Bank Indonesia di pasar spot, NDF, dan DNDF.