bytedaily
Senin, 13 Juli 2026 - 17:58 WIB

Rupiah Melemah ke Rp 18.090 per Dolar AS Akibat Ketegangan Timur Tengah

Redaksi 13 Juli 2026 4 views
Rupiah Melemah ke Rp 18.090 per Dolar AS Akibat Ketegangan Timur Tengah
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, nilai tukar rupiah pada Senin (13/7/2026) pagi tercatat melemah 25 poin atau setara 0,14 persen, sehingga berada di posisi Rp 18.090 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini merupakan pelemahan dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 18.065 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh peningkatan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, situasi tersebut menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia, yang turut memengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Ketegangan regional dilaporkan meningkat dalam beberapa hari terakhir, menyusul aksi saling serang antara pasukan Amerika Serikat dan Iran. Iran mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai respons atas serangan AS terhadap target di Iran. Amerika Serikat kemudian dilaporkan kembali melancarkan serangan di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi.

Selain faktor geopolitik, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data ekonomi penting AS yang akan dirilis, yaitu data inflasi Juni. Inflasi Juni diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,1 persen secara month on month, dan dari 4,2 persen menjadi 3,9 persen secara year on year.

Berdasarkan analisis terhadap faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak dalam rentang Rp 18.000 hingga Rp 18.150 per dolar AS.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.