bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaporkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 12 Juli 2026 telah mencapai Rp 159,8 triliun. Angka ini setara dengan 54,2 persen dari target nasional yang ditetapkan sebesar Rp 295 triliun untuk tahun 2026.
Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menyampaikan bahwa pembiayaan tersebut telah diberikan kepada sekitar 2,5 juta pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut, 1,1 juta di antaranya merupakan debitur baru, yang telah mencapai 83,5 persen dari target tahun ini. Sementara itu, debitur yang berhasil naik kelas atau graduasi tercatat sebanyak 511.208 debitur, atau 46,2 persen dari target yang ditentukan.
Lebih lanjut, Loto menjelaskan bahwa penyaluran KUR yang difokuskan pada sektor produksi telah mencapai Rp 103,2 triliun, atau 64,6 persen dari target. "Kami harapkan bisa melewati angka target 65 persen," ungkapnya.
Pemerintah menargetkan total penyaluran KUR sebesar Rp 295 triliun pada tahun 2026, dengan porsi 65 persen dialokasikan untuk sektor produksi. Selain itu, terdapat target penambahan 1,3 juta debitur baru dan 1,1 juta debitur graduasi melalui program KUR pada tahun yang sama.
Program KUR sendiri merupakan skema pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang dirancang untuk memperluas akses permodalan bagi UMKM, dengan plafon pinjaman yang dapat mencapai hingga Rp 500 juta.