bytedaily
Kamis, 25 Juni 2026 - 10:26 WIB

Rusia Jamin Pasokan Energi Malaysia untuk 2 Dekade, Kata PM Anwar Ibrahim

Redaksi 25 Juni 2026 1 views
Rusia Jamin Pasokan Energi Malaysia untuk 2 Dekade, Kata PM Anwar Ibrahim
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengklaim bahwa Rusia telah memberikan jaminan pasokan energi, meliputi minyak, gas, dan diesel, untuk negaranya selama 20 tahun mendatang. Jaminan ini disampaikan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan bilateral di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia.

Menurut Anwar, jaminan pasokan energi ini merupakan salah satu hasil krusial dari kunjungan kerjanya ke Rusia dan Turkmenistan pada pertengahan Juni lalu. Ia menyatakan bahwa Putin memberikan kepastian melalui pengaturan jangka panjang, yang dimungkinkan oleh hubungan baik antara kedua negara.

Pertemuan bilateral antara Anwar dan Putin juga membahas isu-isu strategis lainnya, termasuk ketahanan energi, kerja sama pasokan minyak, teknologi baru, dan berbagai aspek ekonomi. Komitmen Rusia ini muncul di tengah meningkatnya perhatian negara-negara Asia Tenggara terhadap sumber energi dari Moskow, terutama setelah gangguan pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz akibat serangan terhadap Iran.

Sejumlah negara di kawasan, termasuk Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Myanmar, dilaporkan menunjukkan minat untuk meningkatkan pembelian energi dari Rusia guna mengantisipasi potensi kekurangan pasokan. Meskipun langkah ini berpotensi menimbulkan gesekan dengan negara-negara Barat, Malaysia sendiri tidak menerapkan sanksi Barat terhadap Rusia pasca-invasi Ukraina pada 2022, dengan tetap mempertahankan kebijakan netralitas strategis.

Selain kesepakatan energi dengan Rusia, Anwar Ibrahim juga mengumumkan sejumlah kerja sama baru dengan Turkmenistan. Perusahaan energi nasional Malaysia, Petronas, akan berpartisipasi dalam pengembangan dua blok gas besar di Turkmenistan, yang diharapkan akan memperkuat posisi Malaysia sebagai pemain penting di sektor energi global.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.