bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Saudi Aramco Pangkas Harga Minyak untuk Pembeli Asia pada November

Redaksi 06 Oktober 2026 13 views
Saudi Aramco Pangkas Harga Minyak untuk Pembeli Asia pada November
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan Reuters yang dikutip cnnindonesia.com, Saudi Aramco menetapkan harga jual resmi minyak mentah Arab Light untuk pembeli Asia pada November 2026 sebesar US$3 per barel di bawah rata-rata harga Oman dan Dubai. Harga itu turun US$3 per barel dari periode sebelumnya dan menjadi pemangkasan terbesar sejak Juni 2020.

Keputusan tersebut berbeda dari perkiraan pasar. Dalam survei Reuters sebelumnya, harga Arab Light diprediksi naik hingga US$5 per barel, mengikuti kenaikan harga acuan minyak Timur Tengah. Aramco juga menurunkan harga Arab Medium dan Arab Heavy untuk pembeli Asia masing-masing sebesar US$5 per barel.

Tiga sumber dari sektor kilang di Asia, yang berbicara kepada Reuters tanpa disebutkan namanya, menilai pemangkasan itu kemungkinan untuk mengimbangi tingginya biaya pengiriman minyak. Salah satu sumber menyebut harga yang lebih rendah juga dapat mengompensasi waktu tunggu dan perjalanan yang lebih panjang bagi minyak Saudi yang diekspor melalui Pelabuhan Sidi Kerir di Mesir. Pemuatan kargo di sana dilaporkan mengalami penundaan.

Sejak September, Saudi Aramco menjual jutaan barel minyak mentah melalui pemindahan antarkapal di luar Selat Hormuz. Langkah itu membuat arus minyak melalui jalur strategis tersebut kembali seperti sebelum konflik. Arab Saudi juga kembali memuat minyak di Pelabuhan Yanbu, Laut Merah, setelah kegiatan itu sempat dihentikan akibat serangan drone yang mengganggu jalur pipa minyak East-West.

Untuk pembeli di Eropa Barat Laut, Aramco menaikkan harga jual resmi seluruh jenis minyak sebesar US$3 per barel. Sementara itu, harga minyak Saudi untuk pembeli di Amerika Serikat tidak berubah.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.