bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com yang mengutip Reuters pada Senin (5/10), Arab Saudi menurunkan harga jual minyak mentah untuk pembeli di Asia pada November 2026. Keputusan itu berbeda dari perkiraan pasar yang sebelumnya memperkirakan harga akan naik.
Saudi Aramco menetapkan harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab Light untuk Asia sebesar US$3 per barel di bawah rata-rata harga Oman dan Dubai. Besaran itu turun US$3 per barel dari harga sebelumnya dan menjadi potongan terbesar sejak Juni 2020, menurut data Reuters.
Survei Reuters sebelumnya memperkirakan harga Arab Light untuk Asia akan naik hingga US$5 per barel pada November, sejalan dengan kenaikan harga minyak acuan Timur Tengah. Aramco juga memangkas OSP Arab Medium dan Arab Heavy untuk pembeli Asia masing-masing sebesar US$5 per barel.
Tiga sumber dari sektor kilang Asia, yang berbicara kepada Reuters secara anonim, menilai pemangkasan harga itu tampaknya ditujukan untuk mengimbangi tingginya biaya pengiriman minyak. Biaya sewa kapal tanker berkapasitas hingga 2 juta barel untuk pengiriman dari Teluk ke China disebut mencapai US$1,2 per hari setahun sebelumnya.
Salah satu sumber mengatakan harga yang lebih rendah juga dapat mengompensasi waktu tunggu dan perjalanan yang lebih panjang bagi minyak Saudi yang diekspor melalui Pelabuhan Sidi Kerir di Mesir. Pemuatan kargo di kapal tersebut mengalami penundaan.
Sejak September, Aramco menjual jutaan barel minyak mentah melalui transfer antarkapal di luar Selat Hormuz. Langkah itu membuat arus minyak melalui jalur strategis tersebut kembali seperti sebelum konflik terjadi. Arab Saudi juga kembali memuat minyak di Pelabuhan Yanbu, Laut Merah, setelah kegiatan itu sempat dihentikan akibat serangan drone yang mengganggu jalur pipa minyak East-West.
Sementara itu, Aramco menaikkan OSP seluruh jenis minyak mentah untuk pembeli di Eropa Barat Laut sebesar US$3 per barel. Harga jual minyak Saudi untuk pembeli di Amerika Serikat tidak berubah.