bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:41 WIB

SBR015 Tawarkan Imbal Hasil Minimum hingga 6,85 Persen

Redaksi 07 Oktober 2026 9 views
SBR015 Tawarkan Imbal Hasil Minimum hingga 6,85 Persen
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, pemerintah menawarkan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 yang dapat dibeli masyarakat melalui aplikasi wondr by BNI selama masa penawaran. Imbal hasil minimumnya mencapai 6,85 persen per tahun.

SBR015 tersedia dalam dua tenor. Seri SBR015T2 memiliki tenor dua tahun dengan imbal hasil minimum 6,75 persen per tahun, sedangkan SBR015T4 bertenor empat tahun dengan imbal hasil minimum 6,85 persen per tahun.

SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana menyampaikan, SBR015 dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin membangun portofolio investasi menggunakan instrumen terbitan pemerintah. Ia mengatakan wondr by BNI menyediakan akses investasi yang praktis bagi masyarakat.

Instrumen ini menerapkan skema imbal hasil mengambang dengan batas minimum atau floating with floor. Tingkat imbal hasil dapat mengikuti perubahan suku bunga acuan, tetapi tidak akan lebih rendah dari batas minimum yang telah ditentukan.

SBR015T2 jatuh tempo pada 10 Oktober 2028, sementara SBR015T4 jatuh tempo pada 10 Oktober 2030.

BNI juga menawarkan cashback hingga Rp15 juta bagi nasabah yang membeli SBR015 melalui wondr by BNI dengan menggunakan sumber dana fresh fund. Besaran cashback mengikuti nilai pembelian dan ketentuan yang ditetapkan BNI.

Program cashback berlangsung dalam dua periode. Periode Early Bird dijadwalkan pada 28 September hingga 9 Oktober 2026, sedangkan periode Non-Early Bird berlangsung pada 10 hingga 22 Oktober 2026.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.