bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 17:34 WIB

Sektor Manufaktur Indonesia Capai Puncak Dua Tahun, Ekspor Melonjak Meski Ancaman Konflik Timur Tengah Mengintai

Redaksi 07 Maret 2026 11 views
Sektor Manufaktur Indonesia Capai Puncak Dua Tahun, Ekspor Melonjak Meski Ancaman Konflik Timur Tengah Mengintai
Ilustrasi: Sektor Manufaktur Indonesia Capai Puncak Dua Tahun, Ekspor Melonjak Meski Ancaman Konflik Timur Tengah Mengintai (Sumber: Pixabay)

bytedaily - Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat, dengan Indeks Manajer Pembelian (PMI) mencapai 53,8 pada Februari lalu, level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Angka ini mengindikasikan ekspansi berkelanjutan di tengah upaya pemerintah untuk mendukung industri kendaraan listrik guna mencapai target emisi nol bersih pada 2050.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan ekspor nasional yang mencapai US$209 miliar hingga September 2023, atau naik 8,14 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Khususnya, ekspor nonmigas melonjak 9,57 persen secara tahunan, menjadi penyokong utama perekonomian. Namun, di balik euforia tersebut, tantangan muncul dari penurunan utilisasi kapasitas pengolahan nikel yang diproyeksikan hanya 70-75 persen tahun ini akibat kuota produksi yang lebih rendah.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memperburuk situasi dengan mengganggu rute perdagangan internasional dan mendorong kenaikan harga energi. Kondisi ini berpotensi menggerus daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global, di mana biaya produksi bisa membengkak dan rantai pasok terganggu.

Meski demikian, fokus pada transisi energi hijau seperti pengembangan kendaraan listrik diharapkan menjadi katalisator jangka panjang. Pemerintah dan pelaku industri perlu segera mengantisipasi risiko eksternal untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor ini, yang krusial bagi target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen tahun depan.