Serangan AS-Israel ke Iran Picu Guncangan Ekonomi Global, Indonesia Terancam Inflasi Minyak
Redaksi 01 Maret 2026 11 views
(Sumber: Pixabay Source: https://pixabay.com/get/g3279f5895e7adff6b69c209596ddc00fafbbe1db20fb12645443a0448c5a3da2e861845831bce3c5027f525016ea80af628f0afc2bab023609a35bf336980475_1280.jpg)bytedaily - Konflik militer yang memanas antara AS-Israel dan Iran telah memicu gelombang ketidakpastian di pasar global. Serangan balasan yang dilaporkan tanpa ampun ini menyebabkan lonjakan harga minyak Brent hingga 10% dalam sepekan terakhir, menurut data CNBC Indonesia dan detikFinance.Di Indonesia, dampaknya langsung terasa pada sektor energi. Kenaikan harga BBM dunia berpotensi memicu inflasi impor, dengan proyeksi tambahan 0,5-1% pada IHK bulan depan. Bank Indonesia (BI) sudah waspada, memperkirakan pelemahan rupiah ke level Rp16.000 per dolar AS jika ketegangan berlanjut.Ekonom senior menilai, ketergantungan RI pada impor minyak mencapai 50% membuat neraca perdagangan rentan. "Risiko stagflasi mengintai jika konflik meluas," kata analis dari Republika. Pemerintah diminta percepat diversifikasi energi terbarukan untuk mitigasi jangka panjang.Sementara itu, IHSG terkoreksi 2% kemarin, mencerminkan kekhawatiran investor. Namun, sektor pertanian lokal seperti yang disoroti Bupati Sigi tetap jadi penyangga stabilitas ekonomi daerah di tengah gejolak global.