bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 11:22 WIB

Sistem Tol Otomatis: Kemudahan yang Berujung Kerumitan

Redaksi 04 Mei 2026 9 views
Sistem Tol Otomatis: Kemudahan yang Berujung Kerumitan
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, sistem jalan tol otomatis yang memanfaatkan teknologi RFID (radio-frequency identification) dan pembaca plat nomor menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam pembayaran, namun di balik itu tersimpan potensi masalah yang signifikan.

Sistem tol otomatis dirancang untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di gerbang tol manual. Dengan menggunakan chip RFID atau kamera pembaca plat nomor, informasi kepemilikan kendaraan dapat ditangkap dan pengemudi ditagih secara elektronik. Hal ini secara drastis mengurangi waktu antrean dibandingkan dengan sistem pembayaran tunai atau kartu yang memerlukan interaksi langsung dengan petugas.

Namun, kemudahan ini tidak luput dari kekurangan. Salah satu isu yang muncul adalah potensi ketidakadilan, di mana pengguna transponder seringkali mendapatkan diskon, sementara pengguna lain tidak. Selain itu, penggunaan mobil sewaan dapat menambah kerumitan, seperti yang dialami sebuah keluarga yang dikenakan biaya tambahan oleh Hertz meskipun mobil dikembalikan tanpa kerusakan.

Teknologi RFID dan pembaca plat nomor, meskipun sering digunakan bersama, memiliki masalah masing-masing. Pembaca plat nomor terkadang kesulitan membedakan karakter pada plat nomor. Chip RFID, di sisi lain, dapat menyimpan data pribadi yang rentan terhadap peretasan karena dapat dibaca dari jarak hingga 30 meter. Keamanan data yang dikumpulkan oleh pembaca plat nomor juga menjadi pertanyaan, dengan laporan adanya pemantauan pergerakan pengemudi yang disiarkan langsung ke internet.

Secara finansial, sistem RFID dapat menekan biaya operasional dengan menghilangkan kebutuhan akan petugas tol. Namun, sistem ini seringkali mengharuskan pengemudi untuk menjaga saldo akun agar tol dapat terdeduksi secara otomatis. Jika sistem mengandalkan pengiriman tagihan tol melalui pos, biaya total bisa membengkak karena perlu memperhitungkan biaya pengiriman dan waktu tunggu pembayaran, dibandingkan dengan pemotongan langsung dari akun.

Selain itu, skenario mengemudi tertentu tidak selalu terakomodasi dengan baik oleh sistem tol otomatis. Lupa memperbarui alamat di catatan kendaraan dapat menyebabkan tagihan terlambat diterima, yang berujung pada denda atau bahkan sanksi hukum. Di Michigan, misalnya, tidak membayar tol dapat berakibat hukuman penjara hingga 30 hari dan denda hingga $500.

Mengemudi mobil sewaan juga dapat meningkatkan biaya tol. Beberapa perusahaan rental menyediakan transponder, namun hal ini bisa menjadi salah satu praktik penipuan umum dalam penyewaan mobil.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.