bytedaily
Jumat, 22 Mei 2026 - 01:54 WIB

Spekulasi Liar: Timnas Indonesia Diprediksi Tak Lolos Piala Dunia 2026 Akibat Mundurnya Iran

Redaksi 13 Maret 2026 11 views
Spekulasi Liar: Timnas Indonesia Diprediksi Tak Lolos Piala Dunia 2026 Akibat Mundurnya Iran
Ilustrasi: Spekulasi Liar: Timnas Indonesia Diprediksi Tak Lolos Piala Dunia 2026 Akibat Mundurnya Iran

bytedaily - Meskipun muncul spekulasi mengenai potensi Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 menyusul kabar mundurnya Iran, kenyataannya peluang tersebut sangatlah tipis. Berita mengenai potensi penggantian Iran sebagai peserta Piala Dunia 2026 tampaknya hanya sebatas ilusi bagi sebagian kalangan di Indonesia.

Faktanya, Indonesia telah tersingkir dari ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 pada fase keempat. Kepastian ini berarti pintu menuju turnamen akbar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah tertutup rapat bagi skuad Garuda.

Kabar mengenai penolakan Iran untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, yang disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga mereka, masih bersifat lisan dan belum ada konfirmasi resmi dari FIFA. Regulasi FIFA menyatakan bahwa jika ada tim yang mundur, FIFA berhak menunjuk pengganti, dan pengganti tersebut tidak harus berasal dari konfederasi yang sama. Munculnya nama Italia sebagai kandidat pengganti justru mengindikasikan bahwa peluang Indonesia sangat kecil.

Spekulasi yang menghubungkan potensi lolosnya Indonesia dengan kedekatan FIFA dengan Indonesia atau hubungan Gianni Infantino dengan Erick Thohir, dinilai sebagai harapan kosong. Peringkat dunia Indonesia yang berada di luar 100 besar FIFA dan minimnya sejarah partisipasi di Piala Dunia menjadi dasar kuat penolakan terhadap spekulasi tersebut. Harapan lain yang mengaitkan dengan mundurnya Uni Emirat Arab dan Oman karena kondisi keamanan juga dinilai tidak berdasar dan tidak relevan dengan standar kualitas Piala Dunia.

Meskipun demikian, Timnas Indonesia di bawah kepelatihan John Herdman kini mengalihkan fokus menuju target Piala Dunia 2030. Dengan dimulainya babak baru bersama pelatih baru, serta dukungan dari pemain kunci dan suporter, ambisi untuk tampil di edisi peringatan satu abad Piala Jules Rimet ini menjadi lebih memungkinkan. Perjalanan menuju 2030 pun masih panjang dan akan diwarnai berbagai dinamika, termasuk pemilihan Ketua Umum PSSI mendatang yang akan menentukan arah kebijakan federasi.