bytedaily - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mudik pada periode 18-19 Maret 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Selama dua hari tersebut, operasional pelabuhan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk akan ditutup sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan pentingnya pengelolaan mobilitas masyarakat untuk menghindari dampak ekonomi negatif akibat penutupan ini. Untuk itu, pemerintah mendorong pemanfaatan kebijakan work from anywhere (WFA) pada 16-17 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat untuk mengatur ulang jadwal perjalanan, sehingga aktivitas ekonomi selama periode libur dapat tetap berjalan lancar tanpa terhambat kemacetan.
Dudy menjelaskan, kebijakan WFA dirancang khusus untuk membantu masyarakat menghindari lonjakan permintaan perjalanan di saat pelabuhan beroperasi normal, sekaligus meminimalkan potensi penumpukan kendaraan dan kerugian ekonomi yang mungkin timbul. Pemberian informasi sejak dini ini bertujuan agar pelaku ekonomi, mulai dari pengusaha logistik hingga pekerja sektor pariwisata, dapat melakukan perencanaan yang matang.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang tidak terhindarkan, Kemenhub juga telah menyiapkan titik-titik penyangga atau buffer zone. Kendaraan yang terlanjur tiba di sekitar pelabuhan saat penutupan akan diarahkan ke lokasi penampungan sementara. Namun, Kemenhub tetap berharap adanya kesadaran dari masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan guna menjaga kelancaran arus barang dan jasa.