bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Subaru pernah memamerkan sebuah mobil konsep unik bernama Subaru X-100. Mobil tiga roda berwarna off-white dan emas ini dirancang dengan satu tujuan ambisius: mampu melintasi Amerika Serikat dari ujung ke ujung hanya dengan satu tangki bensin, dengan efisiensi bahan bakar mencapai 100 mil per galon (MPG).
Konsep X-100 muncul di tengah krisis minyak tahun 1973, ketika negara-negara Arab menghentikan pasokan minyak sebagai balasan atas dukungan AS terhadap Israel, yang menyebabkan harga bensin melonjak drastis. Situasi ini membuat masyarakat mulai peduli dengan efisiensi bahan bakar.
Desainer otomotif Alex Tremulis, yang dikenal dengan karyanya pada model seperti Cord 812 Phaeton, konsep Ford Thunderbird Mexico 1956, dan Tucker 48, adalah sosok di balik desain X-100. Tremulis, yang juga pernah menjadi konsultan untuk Subaru of America pada akhir tahun 1970-an dan mendesain grafis untuk Subaru BRAT, mendekati CEO Subaru saat itu, Harvey Lamm, dengan ide mobil tiga roda yang sangat efisien. Lamm menyambut baik gagasan tersebut karena potensi publisitas besar dari mobil 100 MPG yang mampu menempuh jarak 2.500 mil (sekitar 4.000 km) antara California dan Florida dengan satu tangki bensin, terutama di masa ketika penghematan bahan bakar menjadi prioritas.
Tremulis memanfaatkan tangki sayap pesawat bekas sebagai dasar bodi mobil yang efisien, yang kemudian menginspirasi desain X-100 yang sangat terpengaruh oleh pesawat terbang. Mobil ini memiliki bagian belakang yang menyerupai ekor pesawat dan sayap yang memanjang hingga ke roda belakang. Desainnya mengingatkan pada konsep Gyro-X karya Tremulis, sebuah mobil dua roda sempit yang diseimbangkan oleh giroskop, namun X-100 menggunakan tiga roda untuk stabilitas yang lebih baik.
Satu-satunya komponen yang tidak dibuat oleh Subaru adalah lampu belakang tunggal dari Ford Thunderbird 1955, yang tidak hanya menyerupai knalpot mesin jet seperti pada Thunderbird, tetapi juga merujuk kembali pada keterlibatan Tremulis dalam konsep Thunderbird Mexico.
Untuk mewujudkan target efisiensi 100 MPG, X-100 membutuhkan rekayasa yang canggih. Tugas ini dipercayakan kepada Ron Jones. Ia menjelaskan di situs webnya bahwa Subaru menyediakan paket mesin/powertrain 500cc yang digunakan pada mobil kelas Kei mereka di Jepang, yaitu Rex. Paket penggerak belakang ini dipasang pada subframe lengkap dengan suspensi, yang dinilai sangat cocok.
Alex Tremulis memiliki konsep dan sketsa kasar, tetapi dibutuhkan seseorang untuk merancang dan membangun mobil yang sesungguhnya. Walt Biggers, direktur Pusat Teknis Subaru, meminta Jones untuk merancang 'running gear' mobil tersebut. Mengingat pentingnya bobot ringan, Jones mengembangkan sasis yang ringan, sederhana, dan kuat. Karena ruang terbatas di bagian depan, ia merancang sistem suspensi dan kemudi yang unik. Ia memutuskan untuk menggunakan subframe Subaru tanpa modifikasi, sehingga roda aluminium khusus dibuat untuk mendapatkan lebar jejak yang dibutuhkan. John McCollister, seorang fabrikator berpengalaman, turut bergabung dalam tim untuk membangun sasis bergulir di bengkel Jones. Hasilnya adalah sasis yang hanya berbobot 70 pon (sekitar 31,7 kg), yang berkontribusi besar dalam mencapai target 100 MPG.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.