bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, Target mencatat adanya pergeseran perilaku konsumen yang tidak terduga seiring dengan peluncuran strategi baru di bawah CEO barunya, Michael Fiddelke. Perubahan ini dilakukan setelah perusahaan mengalami penurunan penjualan selama beberapa tahun terakhir dan berupaya untuk kembali mendapatkan pijakan di industri ritel.
Michael Fiddelke menjabat sebagai CEO baru Target pada Februari lalu. Perubahan kepemimpinan ini terjadi setelah perusahaan berjuang keras untuk meningkatkan penjualannya pada tahun sebelumnya, di tengah boikot konsumen akibat kebijakan keragaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) yang diubah. Selain itu, Target juga menghadapi tantangan dalam menarik konsumen yang sensitif terhadap harga karena tekanan ekonomi seperti tarif, inflasi, dan pasar perumahan yang melambat.
Pada tahun fiskal 2025, penjualan sebanding Target tercatat turun sebesar 2,6% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara laba operasionalnya menurun sekitar 8%, menurut laporan pendapatan kuartal keempat perusahaan. Tak lama setelah menjabat, Fiddelke mengirimkan memo kepada karyawan yang menyatakan bahwa Target memiliki "pekerjaan nyata yang harus dilakukan" untuk kembali menarik minat pelanggan. Ia menguraikan tugas ini ke dalam empat langkah utama: "memimpin dengan otoritas merchandising", "meningkatkan pengalaman tamu", "mempercepat teknologi", dan "memperkuat tim dan komunitas kita".
Sejak meluncurkan strategi baru ini, Target telah melakukan beberapa perubahan signifikan di dalam toko. Pada Maret, perusahaan meluncurkan departemen baru "Baby Boutique" di ratusan tokonya, yang menampilkan 2.000 item bayi baru, termasuk merek premium, serta memperluas layanan "Baby Concierge". Target juga menambahkan area hadiah di bagian depan toko di hampir 1.000 gerai. Pada April, Target memperkenalkan merek pakaian viral Parke di tokonya, dengan sebagian besar item seharga di bawah $40, dan menambahkan koleksi Pokémon terbatas.
Saat ini, Target sedang merenovasi lebih dari 130 toko. Renovasi ini mencakup perluasan pilihan bahan makanan, dekorasi dan perlengkapan modern, serta pembaruan sistem kasir swalayan. Perbaikan juga mencakup ruang yang diperbarui dan layanan yang diperluas untuk mendukung pengambilan pesanan, Drive Up, penukaran, dan pengembalian barang.
Seiring dengan terus berkembangnya strategi baru Target, perusahaan melaporkan peningkatan penjualan sebanding sebesar 5,6% dibandingkan tahun sebelumnya pada kuartal pertama 2026, menurut laporan pendapatan terbarunya. Kunjungan ke toko-toko Target juga meningkat sebesar 7,1% pada Februari, 6,5% pada Maret, dan 4,8% pada April, berdasarkan data terbaru dari Placer.ai.
Dalam panggilan media dengan para wartawan, Fiddelke mengatakan bahwa penjualan di kategori bayi Target meningkat 5 poin persentase selama kuartal tersebut. Selain itu, setelah menambahkan sekitar 1.500 item kesehatan dan kebugaran baru, Target melihat pertumbuhan penjualan dua digit di kategori ini. Penjualan di bagian mainan juga tumbuh dua digit setelah Target meningkatkan variasi mainannya untuk mencakup lebih banyak item di bawah $10 selama kuartal tersebut.
Fiddelke menyatakan bahwa hasil kinerja Target selama kuartal tersebut "lebih kuat dari yang diperkirakan". "Saat kami melakukan perubahan di berbagai kategori, kami melihat para tamu merespons baik perubahan tersebut, dan itu adalah bukti awal bagi kami bahwa kami berada di jalur yang benar," katanya. Ia juga mengakui bahwa para pembeli terus menghadapi tekanan ekonomi dalam beberapa bulan pertama tahun ini.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.