bytedaily
Jumat, 17 Juli 2026 - 04:46 WIB

Tiga Legenda Liga Inggris Kritik Taktik Thomas Tuchel Pasca Kekalahan Inggris dari Argentina

Redaksi 16 Juli 2026 2 views
Tiga Legenda Liga Inggris Kritik Taktik Thomas Tuchel Pasca Kekalahan Inggris dari Argentina
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para legenda Liga Inggris melontarkan kritik tajam terhadap taktik yang diterapkan pelatih Thomas Tuchel setelah tim nasional Inggris menelan kekalahan dari Argentina dalam semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7) dini hari WIB, berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Argentina.

Inggris sempat unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, setelah itu, Thomas Tuchel melakukan sejumlah pergantian pemain yang dinilai membuat Tim Tiga Singa cenderung bermain bertahan. Situasi ini dimanfaatkan oleh Argentina untuk menguasai bola lebih leluasa dan akhirnya membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Sejumlah mantan pemain Premier League berpendapat bahwa Tuchel menjadi faktor utama kekalahan Inggris. Mereka menilai hasil pertandingan bisa berbeda jika pelatih asal Jerman tersebut tidak terburu-buru memilih strategi bertahan saat melawan Argentina.

Gary Neville, mantan pemain Manchester United, mengemukakan bahwa Tuchel seharusnya menurunkan dua penyerang cepat untuk memaksimalkan potensi serangan balik. "Sejujurnya saya pikir keputusan yang benar-benar berani ketika unggul 1-0 mungkin adalah menarik keluar Harry Kane," ujar Neville. Ia menambahkan, "Jika Anda menginginkan kecepatan dalam melakukan serangan balik di area tengah, Anda harus menarik keluar salah satu dari Harry Kane atau Jude Bellingham, dan memasukkan pemain seperti Marcus Rashford dan Morgan Rogers di lini depan." Neville juga menyebutkan bahwa skuad Inggris saat ini berada sangat dekat dengan final Piala Dunia, namun kekalahan ini sangat menyakitkan.

Ian Wright, legenda timnas Inggris lainnya, sepakat dengan pandangan Neville. Ia menilai Tuchel membuat keputusan yang terlalu berani dalam pemilihan pemain sejak awal dan pergantian pemain yang dilakukan tidak berorientasi menyerang. "Bagi saya, dia telah melakukan pergantian pemain yang bukan bertipe menyerang, melainkan bertahan," kata Wright.

Sementara itu, Roy Keane mengkritik pernyataan Tuchel pasca pertandingan, terutama mengenai klaim sang pelatih yang tidak menyesal dengan perubahan taktik di babak kedua. "Itu omong kosong. Itulah yang harus saya katakan. Anda tidak bisa mengatakan mereka memainkan pertandingan terbaik. Berapa banyak sentuhan yang Anda miliki di dalam kotak penalti? Tujuh?" ujar Keane, membandingkannya dengan 28 sentuhan yang dimiliki Argentina di kotak penalti.

Ian Wright turut mengingatkan tentang pola kekalahan menyakitkan yang pernah dialami Inggris di final Piala Eropa 2020 dan Piala Eropa 2024, di mana tim sempat unggul namun kemudian memilih bertahan dan akhirnya kecolongan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.