bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan bertanggung jawab atas tersingkirnya The Three Lions dari Piala Dunia 2026. Ia menyoroti keputusan taktiknya saat timnya unggul 1-0 dan memilih bermain lebih pasif sebelum akhirnya kebobolan dua gol balasan dari Argentina.
Tuchel mengungkapkan bahwa ia menarik keluar Declan Rice dan Reece James tiga menit sebelum Argentina menyamakan kedudukan melalui Enzo Fernández. Perubahan ini dilakukan untuk beralih ke formasi lima bek, yang diakuinya turut berkontribusi pada kekalahan Inggris.
"Kami memutuskan untuk beralih ke lima bek karena celah di lapangan terlalu terbuka," ujar Tuchel, mengutip laporan The Guardian. Ia menambahkan bahwa Argentina bermain dengan lebih banyak risiko dan ritme, serta tanpa beban, yang justru membebaskan mereka untuk menekan Inggris.
Pelatih asal Jerman ini juga menyatakan bahwa mengganti pemain dengan opsi ofensif tidak akan membantu situasi tersebut. Sebaliknya, dengan formasi 4-4-2 yang dipertahankan namun menjadi pasif, Inggris kebobolan banyak peluang dan kesulitan menguasai bola.
Menurut Tuchel, para pemain Inggris merasa tertekan untuk mempertahankan keunggulan atas Argentina, seolah-olah banyak hal akan hilang jika kemenangan tidak diraih. Ia menekankan bahwa tanggung jawab ada pada pelatih ketika hasil tidak sesuai harapan.
Menanggapi pertanyaan mengenai kecenderungan Inggris membuang keunggulan yang disebut sebagai masalah mentalitas atau 'kutukan', Tuchel menolaknya. Ia berpendapat bahwa ini adalah situasi berulang yang melibatkan pelatih, pemain, dan momen yang berbeda, bukan karena kutukan.
Setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, Timnas Inggris dijadwalkan akan bertanding melawan Prancis dalam perebutan tempat ketiga pada Minggu (19/7) dini hari WIB.