bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) telah merilis data pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun 2026. Dari enam negara yang datanya tersedia, Vietnam memimpin dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 8,39 persen secara tahunan (yoy).
Menurut data National Statistics Office of Vietnam, pertumbuhan ekonomi negara tersebut ditopang oleh sektor industri dan konstruksi yang tumbuh 10,51 persen, serta sektor jasa yang naik 7,87 persen. Pertumbuhan juga didukung oleh bidang perdagangan, investasi, dan industri, dengan produksi industri Vietnam meningkat 12,7 persen yoy pada Juni 2026.
Singapura menempati posisi kedua dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9 persen yoy, didominasi oleh sektor manufaktur yang tumbuh 12,2 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan tingginya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI), termasuk semikonduktor.
Malaysia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yoy pada kuartal II 2026, menguat dari kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh permintaan domestik yang kuat dan peningkatan ekspor, dengan sektor jasa dan manufaktur menjadi penopang utama.
Sementara itu, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29 persen yoy pada kuartal II 2026. Komponen terbesar PDB Indonesia masih berasal dari konsumsi rumah tangga. Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh konsumsi pemerintah sebesar 15,97 persen yoy, diikuti oleh investasi (6,87 persen) dan konsumsi rumah tangga (5,06 persen). Dari sisi produksi, sektor listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi 10,81 persen.
Filipina melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3 persen yoy pada kuartal II 2026, melambat dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor perdagangan grosir dan eceran.