bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 03:40 WIB

Warga Texas Gugat SpaceX Atas Kerusakan Akibat Peluncuran Roket

Redaksi 11 Mei 2026 12 views
Warga Texas Gugat SpaceX Atas Kerusakan Akibat Peluncuran Roket
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, puluhan pemilik rumah di dekat kota Starbase, Texas, mengajukan gugatan terhadap SpaceX pada 30 April. Mereka menuduh raksasa kedirgantaraan itu merusak properti mereka melalui ledakan sonik dan kerusakan lain yang berkaitan dengan kebisingan.

Gugatan tersebut menyatakan bahwa teknologi roket modern telah melampaui peraturan mengenai jarak aman dan zonasi yang telah berlaku puluhan tahun. Alih-alih mengumpulkan data baru, SpaceX "tetap melanjutkan dengan ketidakpedulian yang disadari terhadap hak, keselamatan, atau kesejahteraan orang lain."

Para penggugat menyatakan bahwa mereka yang sebelumnya tinggal di komunitas pesisir yang tenang, kini hidup berdampingan dengan kendaraan paling kuat yang pernah diciptakan. Kendaraan tersebut adalah roket Starship milik SpaceX, yang menghasilkan lebih dari 16 juta pon daya dorong saat peluncuran. Gugatan tersebut menyoroti bahwa angka ini hampir dua kali lipat kekuatan roket Space Launch System (SLS) yang baru saja membawa astronot kembali ke Bulan setelah 50 tahun.

Penelitian menunjukkan bahwa, dalam hal kebisingan dan tekanan, satu peluncuran Starship "setara dengan sekitar 4-6 peluncuran SLS dan setidaknya 10 peluncuran Falcon 9." Gugatan ini tidak hanya menyangkut gangguan, tetapi juga kerusakan.

Starbase, yang terletak di pertemuan Texas, Meksiko, dan Teluk Meksiko, telah mengubah kawasan pesisir yang dulunya liar menjadi salah satu pelabuhan antariksa terbesar di dunia. Namun, tidak seperti pelabuhan antariksa lainnya, Starbase saat ini hanya melayani satu roket: Starship. Roket setinggi 480 kaki ini, yang masih dalam tahap prototipe, merupakan roket terbesar yang pernah dibangun. Starship memiliki ambisi besar, dengan booster dan tahap atasnya dirancang agar sepenuhnya dapat digunakan kembali, yang berarti keduanya dapat mendarat kembali di Starbase setelah misi.

Meskipun begitu, Starship telah mengalami sejumlah kegagalan dalam uji terbangnya. NASA bahkan membuka kembali kontrak pendaratan di Bulan untuk penawar lain, yaitu Blue Origin. Selain itu, seluruh upaya antarbintang ini bergantung pada kemampuan pengisian bahan bakar di orbit, yang belum terbukti dapat dilakukan.

Dalam beberapa tahun terakhir keberadaannya, Starbase telah menimbulkan banyak masalah. Salah satunya adalah merusak lahan milik Cards Against Humanity. Kini, para penggugat menuduh bahwa peluncuran (dan pendaratan) Starship secara harfiah menghancurkan rumah mereka. Gugatan tersebut menyatakan bahwa semua gangguan ini menyebabkan kerugian ekonomi dan non-ekonomi yang jumlahnya akan ditentukan di pengadilan.

Roket seperti Starship menjadi sorotan karena merupakan kendaraan paling bising sepanjang masa. Namun, seiring Bumi terus mencetak rekor jumlah peluncuran roket, kita memasuki dunia konsekuensi baru. Emisi dari peluncuran tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan, dan ledakan sonik dapat mengganggu satwa liar setempat. Bahkan Bulan tidak luput dari dampaknya, karena banyaknya sampah antariksa yang mengorbit kini mencemari permukaannya.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.