bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, membeli mobil bekas bisa menjadi urusan yang rumit karena berbagai masalah, mulai dari praktik pedagang nakal hingga kekhawatiran soal keandalan. Salah satu praktik yang memperburuk situasi adalah 'title washing', yaitu tindakan ilegal menyembunyikan riwayat negatif pada dokumen kendaraan dengan cara memindahkan registrasi ke negara bagian yang memiliki peraturan dan prosedur lebih longgar. Akibatnya, mobil bekas yang seharusnya memiliki catatan sebagai kendaraan bekas terendam banjir atau rusak parah bisa saja tidak mencerminkan kondisi tersebut pada sertifikat kepemilikannya.
Praktik 'title washing' juga dapat terjadi dalam situasi lain, seperti penjualan supercar bekas banjir di lelang, di mana pembeli kemudian berusaha menutupi kerusakan tersebut. Sulit untuk mengukur sejauh mana praktik ini terjadi. Beberapa perkiraan menyebutkan bahwa 1 dari 325 mobil bekas memiliki dokumen yang telah diubah. Angka ini setara dengan 0,30% dari total mobil bekas, yang mungkin terdengar kecil. Namun, angka tersebut berarti hilangnya nilai ribuan dolar per kendaraan. Mobil dengan riwayat rusak parah bisa bernilai 20% hingga 40% lebih rendah dibandingkan mobil dengan dokumen yang bersih.
Upaya pertahanan terbaik adalah tidak hanya mengandalkan dokumen kepemilikan fisik. Laporan riwayat kendaraan dapat menunjukkan adanya 'cap' pada dokumen (seperti bekas banjir, rusak parah, atau rekondisi) dari negara bagian tempat registrasi sebelumnya. Perusahaan seperti Carfax, AutoCheck, dan GoodCar mengakses data kepemilikan yang sama dari National Motor Vehicle Title Information System (NMVTIS), sebuah basis data yang dikelola pemerintah federal yang mengumpulkan data dari berbagai departemen kendaraan bermotor di seluruh negara bagian.
Proses 'title washing' dimulai dengan kendaraan yang sudah memiliki dokumen bermasalah. Banjir, rusak parah, rekondisi, dan kerusakan akibat kebakaran hanyalah beberapa contohnya. American Association of Motor Vehicle Administrators (AAMVA) menerbitkan daftar yang berisi hampir 100 kode merek dokumen kepemilikan. Meskipun beberapa kode tidak berdampak negatif pada nilai kendaraan (seperti klasik atau antik), sebagian besar kode tersebut menurunkan nilai jual.
Tantangannya adalah tidak semua departemen kendaraan bermotor di negara bagian menerapkan merek dokumen ini secara seragam. Misalnya, Vermont menggunakan merek 'Vandalism' (kode 05) pada sertifikat kepemilikannya, tetapi Florida tidak. Namun, dalam kasus transfer dokumen dengan merek ini, Florida akan menyimpan informasi tersebut dalam catatan elektroniknya. Tergantung situasinya, merek dokumen kepemilikan tersebut dapat berubah menjadi penandaan lain atau bahkan hilang sama sekali.
Ini adalah celah yang dimanfaatkan oleh penipu. Anda bisa saja membeli kendaraan yang tampaknya memiliki dokumen bersih, padahal sebenarnya sebaliknya. Setidaknya, jika Anda membeli mobil bekas rusak sejak awal, Anda dapat memutuskan apakah akan mengambil risiko tersebut atau tidak.
Meskipun membeli mobil bekas seharusnya mencakup uji coba jalan dan inspeksi pra-pembelian, tinjauan menyeluruh terhadap dokumen kepemilikan dan riwayat kendaraan juga merupakan bagian penting dari proses tersebut. Biaya yang dikeluarkan untuk laporan riwayat kendaraan dapat mengungkap ketidaksesuaian yang mungkin tidak muncul pada sertifikat kepemilikan.
Dengan informasi ini, waspadalah terhadap beberapa kali transfer kepemilikan dalam periode waktu singkat, terutama yang melibatkan negara bagian yang berbeda. Hal ini tidak selalu menandakan 'title washing', tetapi bisa menjadi tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan lebih mendalam. Selain itu, perhatikan faktor geografis. Misalnya, mobil yang berasal dari negara bagian berisiko tinggi mengalami banjir (seperti Florida, Texas, atau Louisiana), terutama setelah peristiwa cuaca signifikan, memerlukan pengawasan ekstra.
Sebelum mengeluarkan biaya untuk inspeksi pra-pembelian (PPI), Anda dapat memeriksa sendiri tanda-tanda kerusakan akibat banjir. Jika tidak ada yang ditemukan, mintalah mekanik untuk memeriksa tanda-tanda peringatan sebagai bagian dari proses PPI.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.