bytedaily
Senin, 06 Juli 2026 - 20:09 WIB

Banyak Warga Inggris Lanjut Usia Terpaksa Bekerja karena Biaya Hidup dan Kurangnya Tabungan

Redaksi 26 Mei 2026 16 views
Banyak Warga Inggris Lanjut Usia Terpaksa Bekerja karena Biaya Hidup dan Kurangnya Tabungan
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, sejumlah warga lanjut usia di Inggris menghadapi kenyataan pahit harus terus bekerja meskipun usianya sudah memasuki masa pensiun. Hal ini didorong oleh meningkatnya biaya hidup, minimnya tabungan, dan kenaikan usia pensiun negara.

Seorang wanita berusia 70 tahun dari Dover, Kent, yang tidak disebutkan namanya, mengaku masih bekerja tiga hari seminggu sebagai manajer praktik untuk penasihat keuangan. Ia menyatakan bahwa pensiun negara yang diterimanya tidak cukup untuk menutupi biaya sewa dan kebutuhan hidup sehari-hari. "Ini lebih karena keterjangkauan daripada hal lain. Saya bukan penyuka tunjangan, jadi saya lebih memilih berusaha sendiri," ujarnya. Ia juga harus menopang suaminya yang tidak dapat bekerja karena alasan kesehatan.

Dr. Andrea Barry dari Centre for Ageing Better, sebuah kelompok nirlaba, menjelaskan bahwa tren orang bekerja lebih lama telah meningkat dalam dua dekade terakhir. Hal ini disebabkan oleh peningkatan harapan hidup dan kenaikan usia pensiun negara. Namun, ia menyoroti bahwa perempuan lebih terdampak karena mereka lebih mungkin memiliki pekerjaan paruh waktu tanpa pensiun atau tanggung jawab merawat keluarga yang menghambat mereka untuk bekerja penuh waktu.

Barry menambahkan bahwa meskipun banyak orang ingin bekerja melewati usia pensiun dan menganggapnya bukan lagi sebagai "batas akhir", sebagian terpaksa melakukannya karena biaya hidup yang tinggi, kurangnya tabungan, dan meningkatnya biaya sewa. Ia juga menekankan kontribusi ekonomi pekerja lanjut usia, terutama jika mereka memiliki keahlian yang sulit ditemukan oleh perusahaan. Selain itu, pekerjaan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan dengan menjaga kebugaran dan menghindari kesepian, meskipun hal ini juga bisa berdampak buruk bagi sebagian orang.

Di sisi lain, ada pula yang menikmati pekerjaan mereka di usia senja. Jackie Haynes, yang akan berusia 80 tahun tahun ini, mengaku senang dengan pekerjaan paruh waktunya sebagai koordinator kegiatan di sebuah panti jompo. Ia merasa pekerjaan tersebut memberinya tujuan, koneksi sosial, dan kesempatan untuk berbagi cerita dengan para penghuni yang beberapa di antaranya lebih muda darinya. "Lebih penting bagi saya adalah persahabatan. Ini membuat saya tetap muda," katanya.

Haynes tidak perlu bekerja untuk kebutuhan finansial karena memiliki beberapa pensiun swasta dan rumah sendiri. "Uangnya sangat, sangat bagus. Saya bisa melakukan hal-hal ekstra yang biasanya tidak saya lakukan. Saya tidak perlu khawatir," ungkapnya.

Sementara itu, Mike Sandford, seorang insinyur desain mekanik berusia 78 tahun dari Redhill, Surrey, merasa "sangat khawatir" tentang dampak psikologis jika ia pensiun. "Saya butuh sesuatu untuk menstimulasi pikiran," katanya. Ia merasa hobinya seperti fotografi satwa liar dan bermain gitar tidak cukup untuk mengisi waktu seharian. "Saya melihat orang lain yang sudah pensiun, dan mereka tidak melakukan apa-apa selain duduk di depan televisi sambil minum anggur sepanjang hari. Dan Anda berpikir, astaga, itu bukan saya. Saya ingin aktif selama saya bisa," ujarnya.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.