bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia masih memiliki potensi hujan pada Selasa (7/7), meskipun musim kemarau dilaporkan semakin meluas. Hujan dengan berbagai intensitas, mulai dari ringan hingga lebat, diprediksi masih dapat terjadi karena adanya dinamika atmosfer berskala regional dan lokal yang mendukung pembentukan awan hujan.
Dalam analisis BMKG, aktivitas Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur serta Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diprediksi akan aktif dalam sepekan ke depan. Kedua fenomena ini berpotensi turut mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, peluang hujan di tengah meluasnya musim kemarau ini juga dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik yang terdeteksi di Samudra Hindia barat Sumatra Barat dan di Samudra Pasifik utara Papua. Selain itu, kondisi atmosfer lokal di beberapa wilayah menunjukkan tingkat labilitas yang cukup memadai untuk mendukung proses konveksi.
BMKG menyatakan bahwa kombinasi berbagai faktor tersebut membuat hujan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari mendatang, meskipun sebagian besar daerah secara umum telah memasuki periode musim kemarau. Pada dasarian I Juli, sebagian wilayah Indonesia diprakirakan masih mengalami curah hujan kategori rendah, yaitu kurang dari 50 mm per dasarian, yang mengindikasikan pengaruh musim kemarau yang mulai meluas.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan.