Dampak Perang Iran-Israel Terhadap Ekonomi Indonesia: Tantangan dan Peluang di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Redaksi 04 Maret 2026 11 views
(Gambar Hanya Illustrasi / Sumber: Pixabay Source)bytedaily - Jakarta - Ketegangan geopolitik yang kian memanas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di Timur Tengah mulai menunjukkan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global, tak terkecuali Indonesia. Fluktuasi harga komoditas energi dan potensi gangguan rantai pasok menjadi perhatian utama, namun pemerintah tetap optimis terhadap ketahanan ekonomi nasional.Ancaman eskalasi konflik di Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga minyak mentah dunia secara signifikan. Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia rentan terhadap lonjakan harga ini, yang berpotensi meningkatkan defisit neraca perdagangan dan mempercepat inflasi. Data dari berbagai sumber seperti Kompas.id dan CNBC Indonesia mengindikasikan bahwa sentimen pasar global yang dirajut oleh konflik ini bisa menjadi ujian berat bagi perekonomian Indonesia.Meskipun demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 masih menunjukkan angka yang positif, dengan beberapa analis memprediksi pertumbuhan hingga 5,4%. Hal ini didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang relatif kuat, konsumsi rumah tangga yang stabil, dan investasi yang terus berlanjut. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia terus memantau perkembangan situasi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak negatif.Di sisi lain, dinamika ekonomi desa juga menunjukkan geliat positif. Program-program seperti yang diinisiasi oleh MBG, dengan menggandeng 119 SPPG di Jawa Tengah untuk bekerja sama dengan BUMDes dan Koperasi, menunjukkan upaya nyata dalam memperkuat perekonomian akar rumput. Sinergi semacam ini diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi yang kokoh di tengah ketidakpastian global, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lokal.