bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Gandung Pardiman Dorong Penguatan Daya Saing Industri Nasional

Redaksi 04 Oktober 2026 15 views
Gandung Pardiman Dorong Penguatan Daya Saing Industri Nasional
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Anggota Komisi VII DPR Gandung Pardiman berharap Menteri Perindustrian Sarmuji memberi perhatian pada penguatan kawasan industri, daya saing produk, serta ekosistem kendaraan listrik. Menurut Gandung, pengembangan sektor industri perlu diperkuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Gandung menilai pengalaman Sarmuji diharapkan dapat mendukung pengembangan industri. Ia berharap kawasan industri dikembangkan agar menjadi tempat bagi pertumbuhan industri nasional.

Menurut Gandung, pengembangan kawasan industri perlu menghubungkan industri besar dengan industri kecil dan menengah. Ia juga menilai Standar Nasional Indonesia (SNI) perlu didorong sebagai sarana untuk meningkatkan mutu dan daya saing produk, bukan hanya sebagai kewajiban administratif.

Penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional juga menjadi perhatian. Gandung menyebut peluang pengembangan industri ini perlu disertai penguatan rantai pendukung, termasuk industri komponen, baterai, infrastruktur pengisian daya, teknologi, riset dan pengembangan, serta keterlibatan industri nasional.

Gandung berharap kerja sama Kementerian Perindustrian dan Komisi VII DPR semakin konstruktif dalam merespons kebutuhan sektor industri. Ia menyebut persaingan global, perkembangan teknologi, transformasi energi, dan perubahan rantai pasok dunia sebagai hal yang perlu diantisipasi.

Ia berharap Kementerian Perindustrian di bawah kepemimpinan Sarmuji dapat lebih progresif dan menghadirkan terobosan untuk memperkuat industri nasional agar semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.