bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, harga kedelai kembali menguat pada perdagangan Jumat, dengan kontrak berjangka ditutup naik antara 10 hingga 17,25 sen. Kontrak Juli naik 4,75 sen sepanjang minggu, sementara kontrak November menguat 6,75 sen. Rata-rata harga kedelai tunai nasional tercatat naik 15,75 sen menjadi $11,40 1/2.
Perdagangan bungkil kedelai juga menunjukkan kenaikan, dengan futures naik 80 sen hingga $2,50, dan kontrak Juli menguat 40 sen dalam sepekan. Sementara itu, futures minyak kedelai ditutup naik 17 hingga 45 poin pada Jumat, meskipun kontrak Juli mengalami penurunan 84 poin sepanjang minggu ini.
Data Commitment of Traders menunjukkan bahwa manajer investasi meningkatkan posisi net long mereka pada futures dan opsi kedelai per 5 Mei, bertambah 36.335 kontrak menjadi total 221.617 kontrak. Spekulan pada futures dan opsi minyak kedelai memperpanjang posisi net long rekor mereka sebanyak 3.417 kontrak, mencapai 169.142 kontrak.
Data Penjualan Ekspor yang dirilis pada Kamis menunjukkan komitmen penjualan kedelai sebesar 38,92 juta metrik ton (MMT), turun 18% dibandingkan tahun lalu. Angka ini mencapai 93% dari proyeksi USDA sepanjang tahun dan tertinggal dari rata-rata laju 5 tahun yang sebesar 98%. Pengiriman tercatat sebesar 33,24 MMT, turun 23% dari tahun lalu, atau 79% dari angka USDA dan tertinggal dari rata-rata laju 88%.
Laporan WASDE dari USDA dijadwalkan keluar pada Selasa. Survei Bloomberg terhadap perkiraan menunjukkan stok kedelai AS untuk musim tanam lama berada di 349 juta bushel (mbu), relatif stabil dari 350 mbu pada April. Data untuk musim tanam baru juga akan dirilis, dengan para pedagang memperkirakan stok sebesar 366 mbu per 1 September 2027, dalam kisaran antara 308 hingga 479 mbu.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.