bytedaily - Performa smartphone yang menurun seringkali disebabkan oleh aplikasi yang mengonsumsi memori (RAM) secara berlebihan. Meskipun perangkat terbaru telah dilengkapi RAM berkapasitas besar, beberapa aplikasi tetap menjadi 'rakus memori', membebani sistem dan mengurangi responsivitas ponsel.
RAM merupakan sumber daya terbatas yang digunakan untuk menyimpan aplikasi dan data yang sedang berjalan. Seiring perkembangan teknologi, kapasitas RAM pada smartphone terus meningkat. Jika pada tahun 2014 RAM 3-4GB dianggap besar, kini kapasitas tersebut mulai dianggap kecil. Padahal, setiap aplikasi membutuhkan porsi RAM tertentu; aplikasi sederhana membutuhkan ratusan MB, sementara game berat bisa mengonsumsi lebih dari 1GB.
Dalam kondisi RAM penuh, sistem operasi Android memiliki mekanisme otomatis untuk mengelola memori. Salah satunya adalah zRAM, yang mengompres data aplikasi di dalam RAM untuk menghemat ruang. Jika zRAM penuh, sistem akan mencoba membersihkan memori yang dapat dimuat ulang dari penyimpanan, atau bahkan memindahkan memori ke penyimpanan fisik melalui 'swap file' yang sering dijumpai pada ROM kustom.
Jika semua upaya ini gagal, aplikasi yang tidak aktif akan dihentikan. Hal ini perlu diperhatikan mengingat beberapa aplikasi populer seperti peramban Chrome dapat menggunakan hingga 2,2GB RAM, dan game berat seperti Genshin Impact membutuhkan sekitar 1,4GB RAM.