bytedaily - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, PT Hutama Karya (Persero) memproyeksikan lonjakan lalu lintas hingga 47,67% di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Untuk mengantisipasi hal ini, Hutama Karya secara proaktif mendorong inovasi teknologi dalam operasionalnya demi mewujudkan kampanye "Lebaran Nyaman Bersama".
Keseluruhan infrastruktur jalan tol yang dikelola, membentang sepanjang 822,609 km, mendapatkan penguatan sistem operasional. Hutama Karya menyiapkan 14 ruas tol, termasuk ruas fungsional Sigli-Banda Aceh dan Palembang-Betung, yang akan dioptimalkan dengan teknologi telematika untuk kelancaran arus mudik dan balik. Sistem pemantauan canggih menjadi tulang punggung persiapan ini, didukung penuh oleh 1.547 unit CCTV dan 107 unit Variable Message Signs (VMS) yang menyajikan informasi real-time kepada pengguna jalan. Teknologi ini memungkinkan pemantauan lalu lintas secara presisi dan penyampaian informasi krusial secara cepat.
Dari sisi transaksi, Hutama Karya meningkatkan efisiensi dengan menyiagakan 61 gardu tol dan 37 lokasi top-up. Disediakan pula 134 unit mobile reader dan 33.623 kartu uang elektronik untuk meminimalkan antrean. Kemudahan akses informasi perjalanan juga diperkuat melalui aplikasi HK Toll Apps, sebuah platform digital yang dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang optimal.
Untuk mendukung keselamatan, sebanyak 467 unit armada siaga dan 3.273 petugas disiagakan. Infrastruktur keselamatan seperti 3.892 unit rubber cone, 2.141 unit water barrier, dan 45 rambu darurat tambahan ditempatkan secara strategis di titik-titik rawan. Selain itu, optimalisasi layanan di 31 Tempat Istirahat & Pelayanan (TIP) juga dilakukan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para pemudik. Puncak arus mudik diprediksi pada 13-15 Maret 2026, sedangkan arus balik antara 24-28 Maret 2026.