bytedaily - Vivo V70 mengalami kenaikan harga sebesar Rp1,5 juta dibandingkan generasi sebelumnya, menjadikan banderol baru Rp8,999 juta untuk varian 12/256GB. Kenaikan ini merupakan dampak langsung dari krisis chip global yang mempengaruhi industri smartphone, khususnya pada komponen memori seperti RAM dan ROM.
Produk Manajer Vivo, Fendy Tanjaya, menyatakan bahwa kesulitan industri ini tidak hanya dialami oleh Vivo tetapi juga oleh seluruh pemain di pasar smartphone. Lonjakan harga ini diprediksi akan merata di berbagai lini produk dan segmen, mulai dari entry-level hingga flagship.
Selain isu komponen, Vivo V70 juga mengusung berbagai peningkatan spesifikasi. Ponsel ini ditenagai chipset Snapdragon 7 Gen 4 dengan fabrikasi 4nm, RAM 8GB LPDDR5X, dan penyimpanan internal UFS 4.1 sebesar 256GB. Sektor fotografi diperkuat dengan sistem kamera ZEISS 50MP di kamera utama dan depan, serta kamera ultra-wide 8MP. Baterai berkapasitas 6500 mAh dengan pengisian daya 90W dan sistem operasi OriginOS 6 berbasis Android 16 melengkapi fitur-fiturnya.
Tren kenaikan harga ini juga terlihat pada merek lain, di mana ponsel baru yang meluncur di awal tahun 2026 mengalami kenaikan bervariasi antara 10% hingga 25%. Kenaikan ini berkisar dari Rp200 ribu hingga Rp700 ribu untuk segmen entry-level dan midrange, sementara segmen flagship bisa melonjak Rp1,5 juta hingga Rp3 juta.