Ketegangan Geopolitik Mengancam Stabilitas Ekonomi Global, Indonesia Perlu Waspada
Redaksi 05 Maret 2026 11 views
(Gambar Hanya Illustrasi / Sumber: Pixabay Source)bytedaily - Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian global, dengan ketegangan geopolitik yang meningkat menjadi ancaman utama. Konflik bersenjata antara Iran dan Israel, misalnya, telah menunjukkan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi kawasan dan berpotensi merembet ke tingkat global. Kerugian ekonomi mingguan yang dialami Israel akibat perang ini diperkirakan mencapai miliaran Shekel, sebuah gambaran nyata dari biaya perang yang mengerikan.Dampak lanjut dari situasi ini juga terasa pada sektor energi. Mimpi buruk krisis energi dunia berpotensi menjadi kenyataan, mengancam pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Gangguan pasokan energi dapat memicu inflasi, menghambat rantai pasok global, dan pada akhirnya menekan daya beli masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.Selain itu, peringatan keras dari China mengenai potensi kesulitan ekonomi yang dihadapi Indonesia juga tidak bisa diabaikan. Hubungan dagang dan investasi yang erat membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi kondisi ekonomi mitra dagang utamanya. Pemerintah perlu merumuskan strategi antisipatif untuk memitigasi risiko yang muncul dari dinamika ekonomi global dan regional.Menghadapi potensi guncangan ekonomi ini, upaya menjaga stabilitas internal menjadi krusial. Di tingkat daerah, seperti yang terlihat di Merauke, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) telah mengambil langkah proaktif dengan menggelar rapat untuk membahas stabilitas ekonomi menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN). Langkah-langkah serupa di berbagai daerah diharapkan dapat memberikan bantalan dan menjaga roda perekonomian tetap berputar di tengah ketidakpastian global.