bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, pasar aset digital tengah mengalami koreksi tajam setelah MicroStrategy (Nasdaq: MSTR), perusahaan yang berfokus pada kas Bitcoin (BTC), mengumumkan penjualan 32 BTC. Kondisi ini memicu gelombang likuidasi di pasar kripto yang sebelumnya telah bergejolak selama berbulan-bulan.
Kapitalisasi pasar kripto global tercatat menurun dari US$2,57 triliun pada hari pengumuman, 1 Juni, menjadi US$2,38 triliun saat berita ini ditulis. Dengan demikian, pasar kripto telah kehilangan nilai sebesar US$190 miliar sepanjang bulan ini.
Dalam periode yang sama, Bitcoin (BTC) mengalami penurunan harga dari US$73.800 ke level di bawah US$67.000. Ini merupakan kisaran harga terendah bagi Bitcoin sejak Februari tahun ini. Ethereum (ETH) juga terpantau jatuh dari US$2.000 menjadi US$1.870, sementara XRP turun dari US$1,34 menjadi US$1,23.
Menyikapi penurunan pasar, para pedagang berbondong-bondong melakukan likuidasi posisi mereka. Berdasarkan data Coinglass, dalam 24 jam terakhir, sebanyak 266.158 pedagang mengalami likuidasi. Nilai posisi kripto yang dilikuidasi mencakup US$1,50 miliar untuk posisi beli (long) dan US$233 juta untuk posisi jual (short).
Aset kripto yang paling banyak mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir adalah Bitcoin (US$773 juta), Ether (US$482 juta), dan Solana (US$88 juta).
Sementara itu, saham MicroStrategy (Nasdaq: MSTR) hanya melemah 0,50% pada hari itu dan diperdagangkan di US$135. Saham Bitmine Immersion Technologies (NYSE: BMNR), perusahaan yang berfokus pada kas Ether, justru turun hampir 4% menjadi US$17,30. Saham Coinbase Global (Nasdaq: COIN) juga melemah 2,5% ke level US$169,75. Robinhood Markets (Nasdaq: HOOD) mengalami penurunan hampir 5% menjadi US$83,90, dan saham Circle Internet Group (NYSE: CRCL) juga turun hampir 5% ke US$95,90.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.