bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 01:15 WIB

Lampu Indikator Tekanan Ban Tetap Menyala Meski Ban Sudah Diisi Angin? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Redaksi 21 April 2026 9 views
Lampu Indikator Tekanan Ban Tetap Menyala Meski Ban Sudah Diisi Angin? Ini Kemungkinan Penyebabnya
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, lampu indikator Sistem Pemantauan Tekanan Ban (TPMS) yang tetap menyala meskipun ban telah diisi angin bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Masalah ini mungkin berkaitan dengan pembacaan inflasi yang keliru, kebocoran yang tidak terdeteksi, tusukan kecil, bahkan kerusakan ban.

Mengisi ulang ban dengan angin dan memeriksa kembali tekanannya menggunakan alat pengukur tekanan mungkin dapat mengatasi masalah ini dan mematikan lampu TPMS. Namun, terkadang Anda perlu mengemudikan kendaraan sebentar agar sistem TPMS dapat melakukan kalibrasi ulang.

Di sisi lain, mengisi ban dengan angin berlebihan justru mungkin tidak memicu lampu peringatan TPMS sama sekali. Hal ini karena sebagian besar sensor TPMS hanya dapat mendeteksi penurunan tekanan ban sebesar 25% atau lebih di bawah spesifikasi pabrik. Namun, pengisian berlebihan akan membuat pengendaraan menjadi kaku dan tidak terduga.

Perubahan suhu udara, terutama datangnya cuaca dingin, dapat secara tidak sengaja memicu lampu peringatan TPMS. Ban dapat kehilangan sekitar satu pon per inci persegi (psi) untuk setiap penurunan suhu 10 derajat Fahrenheit. Meskipun terdengar kecil, jika ban memang sudah kekurangan angin sejak awal, maka perubahan suhu yang drastis ini sudah cukup untuk memberikan peringatan.

Fenomena serupa terjadi saat berkendara dari dataran tinggi ke dataran rendah. Perubahan ketinggian ini dapat menyebabkan penurunan tekanan udara sekitar 2 hingga 3 psi.

Lampu peringatan TPMS biasanya menyala ketika satu atau lebih ban mengalami kekurangan tekanan hingga 25% di bawah ambang batas yang direkomendasikan. Oleh karena itu, penting untuk secara rutin memeriksa tekanan ban pada keempat roda, karena ban mana pun bisa saja mulai kehilangan tekanan.

Jika Anda menemukan ban tertentu yang terus-menerus kehilangan tekanan udara, kemungkinan besar Anda sedang menghadapi kerusakan ban. Tusukan yang sebenarnya pasti akan membuat ban mengeluarkan suara mendesis dan kehilangan udara. Periksa adanya paku, sekrup, kawat, atau benda lain pada permukaan tapak, bahu, maupun dinding samping ban yang dapat menusuk karet.

Jika ditemukan adanya tusukan, segera bawa ban untuk diservis. Namun, sebelum itu, Anda mungkin perlu memasang ban serep. Katup ban yang bocor atau batang katup yang sudah aus juga bisa menjadi penyebab ban terus kehilangan udara meskipun tidak ada tusukan yang terlihat.

Untuk memeriksanya, Anda bisa menggunakan botol semprot berisi air sabun dan menyemprotkannya di sekitar batang katup dan pada katup itu sendiri. Jika muncul gelembung, berarti Anda telah menemukan sumber kebocoran. Namun, penggantian katup ban bukanlah pekerjaan mudah, sehingga sangat disarankan untuk membawanya ke bengkel ban.

Jika tekanan udara sudah tepat dan tidak ada kebocoran, namun lampu peringatan TPMS tetap menyala, ada satu atau dua kemungkinan lain. Jika bukan karena kerusakan sensor atau baterai sensor yang lemah (sensor TPMS memiliki baterai), maka kemungkinan besar Anda memerlukan ban baru.

Saat mengganti ban, Anda tidak perlu mengganti sensor di roda, tetapi selalu ada baiknya untuk memeriksa atau mengganti baterai sensornya selagi Anda melakukannya. Selain itu, tidak jarang lampu TPMS menyala ketika ban sudah aus, rusak, atau botak.

Lakukan tes koin untuk memeriksa kedalaman tapak ban. Jika Anda masih bisa melihat seluruh kepala Lincoln, itu menandakan kedalaman tapak sudah di bawah 2/32 inci. Lebih baik lagi, gunakan alat pengukur kedalaman tapak untuk mendapatkan pengukuran yang lebih akurat. Pada titik ini, ada baiknya juga untuk memeriksa keausan tapak yang tidak merata, yang bisa jadi indikasi masalah kelurusan roda atau komponen suspensi yang aus.

Sistem TPMS dirancang untuk memperingatkan Anda akan kehilangan tekanan udara yang tiba-tiba. Namun, keberadaan sistem ini tidak berarti Anda bisa mengabaikan pemeriksaan rutin terhadap kondisi ban. Jadikan kebiasaan untuk memeriksa dan mengisi angin ban setidaknya seminggu sekali atau sebulan sekali, sebelum menarik atau mengangkut beban, dan sebelum melakukan perjalanan jauh. Tindakan ini sangat berharga dilakukan sebelum lampu TPMS menyala.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.