bytedaily - Dilansir dari bbc.com, mantan Presiden Bank Dunia, David Malpass, mendesak China untuk menghentikan penimbunan pangan dan pupuk guna meredakan krisis pasokan global yang diperparah oleh perang di Iran. Malpass, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan AS untuk Urusan Internasional, menyatakan bahwa China memiliki cadangan pangan dan pupuk terbesar di dunia dan dapat menghentikan penambahannya.
Pernyataan ini muncul di tengah upaya negara-negara di seluruh dunia untuk mengamankan pasokan pupuk menjelang musim tanam musim semi, seiring dengan penutupan Selat Hormuz yang telah mengganggu pengiriman secara signifikan. Sebelumnya, CEO salah satu produsen pupuk terbesar dunia, Yara, memperingatkan bahwa gangguan pasokan pupuk dapat menyebabkan hilangnya hingga 10 miliar makanan per minggu secara global, dengan dampak terberat dirasakan oleh negara-negara termiskin.
China sendiri telah menghentikan ekspor beberapa jenis pupuk sejak Maret lalu dengan alasan kebutuhan domestik, melanjutkan pembatasan yang telah diterapkan secara bertahap sejak 2021. Pada tahun lalu, China menyumbang sekitar 25% dari produksi pupuk global dengan nilai ekspor lebih dari 13 miliar dolar AS.
Malpass juga menyoroti klaim China sebagai negara berkembang yang dianggapnya tidak lagi kredibel. Ia berpendapat bahwa sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, China seharusnya tidak lagi menyandang status tersebut di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan Bank Dunia.
Menanggapi hal ini, juru bicara kedutaan China di Washington DC, Liu Pengyu, menyatakan komitmen China untuk menjaga stabilitas pasar pangan dan pupuk global. Ia menegaskan bahwa akar penyebab gangguan pasokan global bukanlah China dan menyalahkan hal tersebut kepada China tidaklah tepat. Mengenai status negara berkembang, Liu menegaskan bahwa China secara universal diakui sebagai negara berkembang terbesar dan status tersebut merupakan hak yang sah.
Terkait situasi di Iran, Malpass menyerukan persatuan global untuk menuntut resolusi, menekankan bahwa negara yang memiliki plutonium dan dapat memblokir Selat Hormuz tidak dapat dibiarkan. Ia berharap China dapat membantu menemukan solusi atas kebuntuan di Selat Hormuz, mengingat pergerakan bebas kapal sangat penting bagi kepentingan ekonomi China.
Dalam pandangan Malpass mengenai prospek ekonomi Amerika Serikat, ia memperkirakan kenaikan harga pada banyak produk, meskipun data ketenagakerjaan yang kuat menunjukkan ketahanan ekonomi AS.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.