bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 18:26 WIB

Palantir Dilaporkan Membantu IRS Selidiki Kejahatan Finansial

Redaksi 25 April 2026 11 views
Palantir Dilaporkan Membantu IRS Selidiki Kejahatan Finansial
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Menurut laporan The Intercept, Palantir telah membantu kantor Investigasi Kriminal Internal Revenue Service (IRS) dalam menyelidiki berbagai kejahatan finansial di Amerika Serikat selama hampir satu dekade terakhir. IRS dilaporkan telah membayar Palantir sebesar $130 juta sejak tahun 2018 untuk menggunakan perangkat lunak analisis datanya dalam menelaah catatan keuangan untuk keperluan investigasi. Informasi ini diperoleh dari catatan publik mengenai kontrak Palantir dengan IRS yang didapatkan oleh American Oversight, sebuah kelompok pengawas nirlaba.

Sebelumnya telah diketahui bahwa IRS menggunakan produk Palantir dan melihat perangkat lunak tersebut sebagai cara untuk mengotomatisasi dan memodernisasi audit. Musim panas lalu, dilaporkan juga bahwa Palantir membantu inisiatif "efisiensi pemerintah" yang diluncurkan oleh Presiden Trump melalui perintah eksekutif, dengan proyek yang dirancang untuk mengakses catatan IRS. Namun, sejauh mana penggunaan alat perusahaan tersebut oleh badan tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Perangkat lunak yang digunakan adalah platform Lead and Case Analytics dari Palantir. Platform ini berfungsi untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai badan federal. Perangkat lunak tersebut diklaim mampu menemukan "koneksi dari jutaan catatan dengan ribuan tautan" antar berbagai basis data, dan sangat efektif dalam memetakan hubungan serta komunikasi antarmanusia.

American Oversight sendiri telah menggugat pemerintahan Trump pekan ini untuk mendapatkan catatan publik terkait penggunaan alat Palantir oleh berbagai badan federal, termasuk IRS. TechCrunch telah menghubungi Palantir untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan akan memperbarui artikel ini jika perusahaan memberikan tanggapan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.