bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya mengantisipasi dampak peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap perekonomian Indonesia, termasuk potensi lonjakan harga minyak dunia. Hal ini disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat khusus bidang ekonomi bersama menteri-menteri terkait.
Prasetyo menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika global yang dapat memengaruhi harga minyak. Meskipun demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir mengenai pasokan energi nasional. Menurutnya, suplai minyak Indonesia dipastikan aman, terlepas dari memanasnya situasi di Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden secara rutin menerima laporan perkembangan ekonomi, salah satunya dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Paparan terbaru dari DEN, yang berlangsung sekitar tiga jam, membahas berbagai kajian mengenai kondisi perekonomian nasional.
Perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada dampak konflik terhadap harga minyak, tetapi juga terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Presiden Prabowo telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi, baik dari sisi makro maupun mikro. Untuk itu, kementerian dan lembaga diminta mempercepat berbagai program yang dapat mendorong ekonomi riil agar aktivitas perekonomian tetap berjalan di tengah ketidakpastian global, seperti percepatan pembangunan sarana nelayan.