bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, SpeakOn, sebuah perangkat dikte yang dirancang untuk menempel pada iPhone melalui MagSafe, menawarkan ide yang menarik namun menghadapi kendala dalam implementasinya. Perangkat ini dikembangkan oleh perusahaan yang terafiliasi dengan Notta, sebuah platform pencatat rapat berbasis AI.
SpeakOn memiliki bentuk seperti kerikil kecil dengan bobot hanya 25 gram, sehingga nyaman dibawa dan tidak memberatkan pengguna. Perangkat ini dilengkapi aplikasi pendamping di iOS yang berfungsi sebagai keyboard dikte. Pengguna dapat memanfaatkan aplikasi ini bahkan tanpa menghubungkan perangkat fisik SpeakOn.
Cara kerjanya cukup sederhana: tekan tombol pada perangkat untuk memulai dikte dan lepaskan saat selesai. SpeakOn memiliki satu mikrofon yang diklaim mampu menangkap audio dalam jarak dua kaki. Hasil dikte dapat digunakan di aplikasi apa pun selama keyboard perangkat lunak aktif. Perangkat ini juga mampu memfilter kata-kata pengisi (filler words) dan memformat teks sesuai kebutuhan, misalnya sebagai daftar.
Salah satu keunggulan SpeakOn adalah penggunaan mikrofon internalnya, yang berbeda dari aplikasi dikte lain yang umumnya bergantung pada mikrofon iPhone atau AirPods. Hal ini dapat membantu pengguna menghindari masalah terkait pengaturan waktu sesi mikrofon iPhone.
Namun, dalam pengujiannya, perangkat ini masih memiliki kekurangan. Meskipun memiliki mikrofon khusus, SpeakOn terkadang kurang optimal dalam menangkap audio, terutama jika pengguna tidak mendekatkan ponsel dalam jarak sekitar dua kaki. Kebisingan di sekitarnya juga dapat memengaruhi performa mikrofon. Penulis berharap kualitas mikrofon dapat ditingkatkan pada versi mendatang.
Kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan sistem operasi. Penulis berharap ada fitur seperti mengetuk dua kali tombol rekam untuk memunculkan keyboard SpeakOn saat menggunakan keyboard teks lain, atau kemampuan memulai dikte tanpa harus mengganti keyboard. Namun, fitur-fitur ini dinilai sebagai keterbatasan tingkat sistem yang mungkin sulit diatasi.
Fitur pengeditan AI pada aplikasi SpeakOn juga mendapat sorotan. Meskipun dapat menyesuaikan nada dan pengeditan berdasarkan aplikasi yang digunakan, terkadang hasil pengeditan terasa dipaksakan dan tidak perlu. Contohnya, perubahan kata-kata informal menjadi lebih formal yang dirasa tidak sesuai dengan keinginan pengguna. Fitur pengubahan nada otomatis yang disebut "attune" akhirnya dinonaktifkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Kompatibilitas dengan Mac juga menjadi harapan besar bagi penulis, yang akan sangat meningkatkan kegunaan perangkat ini untuk dikte di berbagai aplikasi di komputer.
Selain transkripsi, SpeakOn juga menawarkan fitur terjemahan otomatis ke dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Jepang, Korea, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Spanyol, Prancis, Jerman, Italia, Portugis, Rusia, dan Arab.
SpeakOn mengklaim daya tahan baterai hingga 10 jam penggunaan berkelanjutan dan waktu siaga 20 hari. Namun, dalam pengalamannya, penggunaan perangkat ini belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi tersebut.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.