bytedaily
Senin, 06 Juli 2026 - 18:08 WIB

Pria di Carolina Selatan Terlilit Utang Rp 2,5 Miliar Akibat Masalah Pribadi dan Finansial

Redaksi 27 Mei 2026 15 views
Pria di Carolina Selatan Terlilit Utang Rp 2,5 Miliar Akibat Masalah Pribadi dan Finansial
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, seorang pria di Carolina Selatan mengaku kondisi finansialnya berantakan setelah pernikahan yang berakhir, membuatnya terjerat utang lebih dari US$169.000 atau sekitar Rp 2,5 miliar.

Pria bernama Mark dari Charleston ini menceritakan kepada The Ramsey Show bahwa situasi tersebut membuatnya kembali ke "gaya hidup yang tidak suci", merujuk pada perselingkuhan mantan istrinya dan dampak yang menyertainya. Kini, ia berupaya membangun kembali hidupnya sambil mengasuh putra berusia lima tahun yang mengidap autisme.

Mark menjelaskan kepada pembawa acara, Jade Warshaw dan John Delony, bahwa peluang kerjanya terbatas karena kondisi kesehatan yang tidak diungkapkan, dan putranya hanya bersekolah selama tiga jam sehari. Akibatnya, ia tidak dapat bekerja pada hari-hari ketika putranya bersamanya.

Situasi ini membuat Mark hidup dari tunjangan disabilitas VA sekitar US$4.080 per bulan, ditambah penghasilan sampingan sesekali hingga US$2.000.

Meskipun pendapatan tersebut terdengar cukup, utang Mark terus menumpuk. Ia memiliki utang konsumen sekitar US$65.000, termasuk pinjaman mobil US$37.000, pinjaman terlambat sekitar US$18.000, dan US$10.000 dalam tagihan koleksi. Ditambah dengan saldo KPR, total utangnya mencapai US$169.000.

Menurut Federal Reserve Bank of New York, utang rumah tangga di AS telah melampaui US$18 triliun, menunjukkan betapa umum tekanan utang saat ini. Angka tersebut setara dengan rata-rata US$154.152 per rumah tangga, sehingga Mark sebenarnya mendekati rata-rata, namun ia menunggak pembayaran utangnya.

Menghadapi kenyataan pahit ini, Warshaw dan Delony memberikan Mark sebuah rencana untuk mengatasinya. Delony menekankan pentingnya Mark berhenti menyalahkan keadaan dan mengambil tanggung jawab penuh atas langkah selanjutnya.

"Sesuatu yang buruk terjadi, dan... [Anda] memilih untuk menangani hal buruk ini dengan cara-cara ini. Kepemilikan itu sangat penting untuk langkah selanjutnya," ujar Delony, menambahkan bahwa hal tersebut adalah dasar yang diperlukan sebelum kemajuan nyata dapat dimulai.

Setelah itu, Warshaw memaparkan rencana yang melibatkan metode pembayaran utang yang direkomendasikan Dave Ramsey, yang dikenal sebagai "debt snowball" (bola salju utang). Strategi ini melibatkan pengurutan semua utang dari saldo terkecil hingga terbesar, tanpa memperhatikan suku bunga, dan memfokuskan seluruh dana ekstra untuk melunasi utang terkecil sambil hanya membayar cicilan minimum pada utang lainnya.

Bagi Mark, ini berarti memfokuskan pada utang konsumen senilai sekitar US$65.000 daripada menyebarkan kekuatan finansialnya ke semua akun. Warshaw mencatat bahwa kemenangan cepat sangat penting untuk menjaga motivasi ketika seseorang merasa terbebani oleh saldo utang yang besar. Sebagai alternatif, metode "debt avalanche" (longsoran utang) fokus pada pelunasan utang dengan suku bunga tertinggi untuk memaksimalkan tabungan keseluruhan, yang mungkin lebih cocok untuk utang berbunga tinggi seperti pinjaman harian.

"Snowball adalah tentang kemenangan cepat dan menjaga momentum," kata Warshaw.

Ia juga menyoroti peluang besar yang sering terlewatkan: negosiasi utang koleksi. Warshaw memetakan cetak biru spesifik bagi Mark untuk membersihkan catatan kreditnya dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Untuk mengatasi tagihan koleksi, ia menyarankan Mark untuk terlebih dahulu mengumpulkan dana darurat sebesar US$3.000 hingga US$4.000 sebelum menghubungi agen penagihan secara langsung. Saat menelepon, ia menyarankan Mark untuk menawarkan penyelesaian pembayaran sekaligus, dengan mengajukan pembayaran hanya 20% hingga 30% dari saldo asli untuk menghapus utang tersebut.

Namun, ia memberikan satu peringatan yang tidak dapat ditawar kepada Mark: jangan pernah...


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.