bytedaily
Jumat, 17 Juli 2026 - 04:47 WIB

Proyek Blok Masela Mulai Dibangun Setelah 28 Tahun Tertunda, Bahlil: Eksekusi di Era Prabowo

Redaksi 17 Juli 2026 1 views
Proyek Blok Masela Mulai Dibangun Setelah 28 Tahun Tertunda, Bahlil: Eksekusi di Era Prabowo
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Proyek LNG Abadi Blok Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan setelah mengalami penundaan selama 28 tahun dan melalui enam kali pergantian presiden. Proyek yang telah direncanakan sejak 1998 ini baru dapat dieksekusi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menyusul percepatan penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi.

Bahlil menjelaskan dalam acara groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7), bahwa salah satu penyebab utama keterlambatan proyek ini adalah perdebatan mengenai konsep pengembangan, apakah fasilitas pengolahan gas akan dibangun di laut (offshore) atau di darat (onshore). Perdebatan ini berlangsung sangat lama.

Menurut Bahlil, percepatan proyek dimulai setelah Presiden Prabowo mengarahkan Kementerian ESDM untuk segera mengeksekusi proyek-proyek migas yang telah memiliki persetujuan Plan of Development (POD) namun belum berjalan. Atas arahan tersebut, pemerintah memberikan peringatan kepada operator Blok Masela, Inpex, untuk segera merealisasikan proyek tersebut. "Atas dasar itu, surat peringatan pertama kepada Inpex kita layangkan. Alhamdulillah, hari ini sudah kita lakukan groundbreaking untuk pembangunan berikutnya," ujar Bahlil.

Dimulainya pembangunan Blok Masela dianggap sebagai tonggak penting bagi pengembangan sektor energi nasional, mengingat proyek ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang signifikan baik di tingkat nasional maupun daerah. Bahlil juga menekankan pentingnya manfaat proyek ini dirasakan oleh masyarakat sekitar wilayah operasi, bukan hanya oleh investor. Ia menginstruksikan SKK Migas untuk memprioritaskan pengusaha lokal dalam pelaksanaan pekerjaan selama pembangunan berlangsung, sejalan dengan instruksi Presiden agar masyarakat daerah menjadi objek dan subjek pembangunan.

Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan pemerintah daerah untuk menjaga tata kelola proyek secara profesional dan tidak mencampurkan kepentingan politik. Ia menegaskan bahwa proyek ini bukan proyek APBD dan harus dikelola secara profesional tanpa KKN serta tidak boleh melibatkan tim sukses. Ladang gas raksasa Abadi Masela merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola oleh konsorsium INPEX Masela Ltd (65 persen saham) bersama Pertamina Hulu Energi dan PETRONAS (35 persen saham).


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.