bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, mantan CEO Microsoft dan pemilik klub basket LA Clippers, Steve Ballmer, mengungkapkan rasa malu dan tertipu setelah Joseph Sanberg, pendiri startup fintech Aspiration Partners yang pernah didukungnya, mengaku bersalah atas tuduhan penipuan. Sanberg mengakui dua tuduhan penipuan kawat (wire fraud) dan menipu berbagai investor serta pemberi pinjaman.
Dalam surat yang ditujukan kepada hakim menjelang sidang vonis, Ballmer menyatakan bahwa ia telah kehilangan uang dan merasa konyol atas kepercayaannya pada Sanberg. "Saya tertipu dan merasa konyol karenanya. Semua orang yang percaya pada Aspiration, termasuk karyawan, pelanggan, dan investor, juga tertipu. Semua orang masih menghitung kerugiannya," tulis Ballmer di platform X.
Aspiration Partners, yang didirikan Sanberg, adalah startup yang fokus pada layanan perbankan berkelanjutan, termasuk kartu kredit dan produk investasi yang menghindari bahan bakar fosil. Perusahaan tersebut menjanjikan untuk menanam pohon dengan setiap pembelian kartu.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) menuduh Sanberg memanipulasi laporan keuangan Aspiration agar terlihat memiliki aliran pelanggan dan pendapatan yang stabil, padahal kenyataannya tidak demikian. Sanberg juga diduga menipu investor dengan menunjukkan surat palsu dari komite audit perusahaan yang menyatakan Aspiration memiliki kas senilai $250 juta, padahal jumlahnya kurang dari $1 juta. Bersama seorang anggota dewan yang juga mengaku bersalah, Sanberg diduga memalsukan catatan keuangan untuk mendapatkan pinjaman sebesar $145 juta.
Ballmer, yang menginvestasikan total $60 juta ke Aspiration dan kehilangan seluruhnya, juga menjalin kontrak dengan perusahaan tersebut untuk program penyeimbangan karbon bagi tim Clippers dan stadionnya. Selain itu, Aspiration juga menjadi sponsor utama tim Clippers.
Dalam suratnya, Ballmer juga membantah laporan dari podcast Pablo Torre Finds Out yang mengaitkan Aspiration dengan dugaan pelanggaran batas gaji pemain bintang Clippers. Kuasa hukum Ballmer menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.