bytedaily
Rabu, 08 Juli 2026 - 07:25 WIB

Telkom Selesaikan Penyederhanaan 10 Entitas Anak Usaha Menjelang Pertengahan 2026

Redaksi 08 Juli 2026 2 views
Telkom Selesaikan Penyederhanaan 10 Entitas Anak Usaha Menjelang Pertengahan 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah berhasil menyelesaikan target penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usahanya pada semester I tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam mendukung aspirasi penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diamanatkan oleh Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Inisiatif streamlining ini menjadi salah satu dari empat pilar utama strategi transformasi TLKM 30. Fokusnya adalah pada penataan portofolio bisnis melalui optimalisasi entitas usaha, harmonisasi potensi tumpang tindih antar unit bisnis, serta divestasi bisnis yang tidak termasuk dalam fokus utama (non-core). Dengan adanya streamlining, Telkom berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan mengarahkan alokasi belanja modal untuk pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.

Penataan portofolio dilakukan melalui berbagai mekanisme, termasuk divestasi, merger, dan likuidasi. Diharapkan, langkah ini akan menghasilkan struktur grup yang lebih ramping, memperjelas peran setiap entitas, serta memperkuat transformasi Telkom dari model Operating Holding menjadi Strategic Holding dengan skema Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang mampu menciptakan pertumbuhan nilai secara berkelanjutan.

Dalam struktur baru ini, Telkom sebagai HoldCo akan fokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola perusahaan, penciptaan sinergi, dan optimalisasi nilai di berbagai segmen bisnis. Sementara itu, aktivitas operasional akan dijalankan oleh Operating Company (OpCo) yang memiliki fokus lebih spesifik pada segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menyatakan bahwa penyederhanaan portofolio ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan organisasi yang lebih lincah dalam menghadapi dinamika industri digital. Ia menambahkan bahwa transformasi tidak hanya mencakup pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata ulang organisasi agar lebih fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama.

Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan streamlining pada 10 entitas melalui berbagai aksi korporasi. Dalam skema divestasi, Telkom telah menyelesaikan pelepasan dua entitas dengan penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026. Melalui skema merger vertikal, dua entitas telah digabungkan untuk memperkuat bisnis dan kapabilitas. Sementara itu, enam entitas lainnya telah mencapai tahap pembubaran sebagai bagian dari proses likuidasi untuk optimalisasi portofolio bisnis.

Keputusan streamlining ini didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap relevansi bisnis, aktivitas operasional, dan kontribusi setiap entitas terhadap strategi jangka panjang serta penciptaan nilai grup. Seno menekankan bahwa streamlining bertujuan membangun portofolio bisnis yang lebih sehat dan bernilai, yang pada akhirnya akan memperkuat sinergi antar OpCo dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.