bytedaily
Rabu, 08 Juli 2026 - 07:23 WIB

Wakil Ketua MPR Ingatkan Prioritas Kebutuhan Listrik Nasional Sebelum Ekspor ke Singapura

Redaksi 08 Juli 2026 1 views
Wakil Ketua MPR Ingatkan Prioritas Kebutuhan Listrik Nasional Sebelum Ekspor ke Singapura
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyambut baik potensi ekspor listrik energi terbarukan ke Singapura. Namun, ia menekankan pentingnya kebijakan yang tidak merugikan Indonesia, terutama terkait pemenuhan kebutuhan listrik domestik.

Eddy Soeparno menyatakan bahwa ekspor listrik sebaiknya dilakukan setelah kebutuhan nasional terpenuhi sepenuhnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama ekspor listrik ini berpeluang meningkatkan devisa negara dan menunjukkan kapabilitas Indonesia sebagai pemasok energi bersih. Harga yang ditawarkan oleh Singapura dinilai relatif lebih tinggi, sehingga berpotensi memberikan keuntungan finansial yang signifikan.

Lebih lanjut, Eddy Soeparno melihat peluang ini dapat memacu pengembangan proyek energi terbarukan lainnya, seperti pembangkit listrik panas bumi. Hal ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja di sektor hijau dan memperkuat industri hijau nasional. Kendati demikian, ia kembali menegaskan bahwa ekspor listrik tidak boleh mengorbankan pasokan energi untuk masyarakat di dalam negeri.

Legislator yang fokus pada sektor energi ini meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik nasional tetap aman sebelum melakukan ekspor. Selain itu, ia mengingatkan agar proyek energi terbarukan dapat memberikan nilai tambah bagi industri nasional, termasuk peningkatan kapabilitas manufaktur dalam negeri agar tidak bergantung pada impor untuk pengembangan pembangkit.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura. Penunjukan ini dilakukan setelah pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Jakarta, yang menghasilkan sejumlah nota kesepahaman di berbagai sektor, termasuk perdagangan listrik.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.